Puru Kambera, Ketika Pantai, Savana, dan Kuda Kompakan Tebar Pesona

Saturday, March 18, 2023

Puru kambera

Ngomongin pesonanya Sumba, rasanya gak afdal kalo gak nyebut nama Puru Kambera. Karena seperti Bukit Wairinding, Puru Kambera juga termasuk salah satu ikon wisatanya Sumba yang kudu masuk dalam daftar must visit place kalo ke Sumba. 

Dulu, tiap denger nama Puru Kambera, yang terlintas di benak aku adalah hamparan padang savana luas berwarna coklat eksotis yang penuh sekawanan kuda Sandalwood yang sedang asyik merumput. Ya, mirip-mirip ama pemandangan savana di Afrika gitu deeh..

Pas nyampe Sumba, dan ngeliat langsung yang namanya Puru Kambera, bayangan akan padang savana ala Afrika yang dulu sering aku bayangin mendadak buyar. 

Hari Kedua di Waingapu

Setelah sore sebelumnya kami menikmati sunset yang cakep di Bukit Wairinding, hari kedua di Waingapu, Sumba Timur, itu rencananya kami mau jalan-jalan ke Puru Kambera, Air Terjun Tanggedu, Bukit Tanarara, dan Pantai Walakiri. 

Selama di Sumba Timur, yang akan nganterin kami kemana-mana adalah Kak Domi. Kak Arto cuma nemenin kami ke Bukit Wairinding. Paginya dia langsung balik ke Sumba Barat Daya. 

Jarak dari Hotel Jemmy (tempat kami menginap selama di Sumba Timur) ke Puru Kambera tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 29 km aja. Sebenarnya cuma perlu waktu sekitar 30 menit aja kalo naik kendaraan bermotor. Tapi kenyataannya, kami perlu waktu lebih lama untuk sampai di tempat tujuan. Tau kenapa?

Nih.. Gara-garanya 😄

Karena di sepanjang jalan yang kami lewati, kami terpaksa harus sering-sering berhenti. Ngasih jalan buat kuda, kambing, bahkan babi yang tiba-tiba suka nyelonong lewat. Hehehe.. Ini nih salah satu serunya berkendara di Sumba. Karena kita gak cuma berbagi jalan ama pengendara lain. Tapi juga ama kuda, kambing, sapi, dan babi. 

Jadi kudu sabar nunggu mereka nyeberang 😄

Hamparan Savana Ijo Royo-Royo

Memasuki daerah Puru Kambera, kami jadi lebih sering berhenti. Kalo kali ini, bukan lagi gara-gara kuda, kambing, dan babi yang tiba-tiba nyelonong lewat. Tapi karena pemandangan di sepanjang jalan yang kami lewati tuh luar biasa indah. 

Puru kambera

Hamparan savana ijo royo-royo membentang di depan mata. Bener-bener pemandangan yang bikin speechless. Pemandangan serba ijo di depan mata ini yang membuyarkan bayangan aku tentang Puru Kambera yang berwarna coklat eksotis kayak di Afrika. Ini karena kami datang ke Sumba pada saat musim hujan. Jadi Sumba emang lagi ijo-ijonya. 


Dan ternyata, hamparan savana yang lagi ijo royo-royo gini tuh gak kalah cakep ama pemandangan waktu musim kemarau. Di mana hamparan savana sedang berwarna coklat eksotis. 


Pohon-pohon kom tumbuh subur menghijau di hamparan savana. Yang gak kalah cakep adalah hamparan bunga-bunga liar berwarna putih yang tumbuh di antara savana. Kata Kak Domi, bunga-bunga putih ini cuma muncul kalo musim hujan. Jadi kami termasuk beruntung donk, bisa disambut ama bunga-bunga putih yang cakep ini.. 


Pantai Berpasir Putih yang Gak Kalah Cantik

Ternyata Puru Kambera bukan cuma menawarkan hamparan padang savana luas dengan kuda-kuda Sandalwood yang berlarian. Di sini juga ada pantai Nyang gak kalah cakep loh. Namanya juga Pantai Puru Kambera. 


Hamparan pasir putihnya terlihat kontras ama gradasi warna laut yang berwarna hijau tosca kebiruan. Di Pantai Puru Kambera ini gak ada pohon kelapa, yang ada adalah pohon cemara laut. Jejeran pohon cemara laut di sepanjang bibir pantai ini justru bikin Pantai Puru Kambera terlihat semakin eksotis. 


Tapi sayang kami gak bisa berlama-lama di pantai, soalnya tiba-tiba turun hujan. Jadi kami buru-buru balik ke mobil. 

Kuda Sandalwood Berlarian di Bawah Gerimis

Rencananya dari Puru Kambera kami akan lanjut ke Air Terjun Tanggedu. Tapi Kak Domi dapat info dari temannya sesama guide kalo akses ke Tanggedu yang berupa jembatan terputus. Jadi terpaksa kami balik ke Waingapu. 

Di tengah jalan, tiba-tiba kami melihat sekawanan kuda Sandalwood sedang bermain di padang savana. Gak mau melewatkan kesempatan, kami pun minta Kak Domi untuk berhenti. 


Kami buru-buru turun dari mobil dan berjalan pelan di bawah gerimis. Kami cuma ingin memotret kuda-kuda yang bermain di padang savana itu aja. Karena kata orang-orang, kuda Sandalwood ini kalo musim hujan, jarang banget keluar ke padang rumput. Mereka lebih sering beredar di padang savana kalo musim kemarau. Karena merasa ini sebuah momen berharga, makanya kami gak mau melewatkan momen ini. Meski harus sedikit berbasah-basah di bawah gerimis. 


Keberadaan kuda-kuda Sandalwood di padang savana Puru Kambera siang itu seolah melengkapi mimpi kecilku. Yang pengen melihat kuda-kuda Sandalwood asyik merumput di Puru Kambera. Meskipun bukan di hamparan savana berwarna coklat eksotis seperti di Afrika sana, tapi aku bersyukur banget. Karena pemandangan yang ada di depan mata saat itu gak kalah indahnya.

Oiya, untuk menikmati Puru Kambera ini gratis ya.. Gak ada pungutan tiket apa-apa. Jadi, bebas mau berenti di mana aja buat poto-poto sambil menikmati suasana.


You Might Also Like

0 komentar