Dlingo, Surganya Spot Foto Instagramable di Jogja

Friday, March 02, 2018


Kata penyair Joko Pinurbo, Jogja itu terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan. Kalau kata saya, Jogja itu adalah tempat bertemunya Rangga dan Cinta, eh maksudnya tempat bertemunya rindu dan kenangan. Sepertinya siapa pun yang pernah berkunjung ke Jogja pasti akan rindu untuk kembali karena kenangan yang tercipta di Jogja terlalu manis untuk dilupakan. Bener, nggak? Kalau saya sih, iya!

Dan sepertinya, Jogja sadar betul akan hal ini. Untuk membuat mereka-mereka yang rindu Jogja itu merasa semakin rindu, Jogja tak henti-hentinya bersolek. Destinasi-destinasi wisata baru terus saja bermunculan. Kuliner apalagi. Mulai dari kuliner khas, kuliner ndeso, sampai kuliner kekinian semua ada. Coba deh pantengin akun-akun instagram wisata Jogja. Tiap hari sepertinya adaaaa aja yang baru. Jogja emang istimewa. Pantas saja selalu dirindu. Seperti kamu! Iya, kamu!

Karena rindu juga, akhir tahun kemarin, saya dan keluarga liburan ke Jogja untuk kesekian kalinya. Dan lagi-lagi kami naik moda transportasi favorit, yaitu kereta api ekonomi. Harga tiket kereta api-nya murah. Cuma Rp 74.000 dari Surabaya sampai ke Jogja. 

Rombongan sirkus sampai di Lempuyangan

Nah, setelah di postingan-postingan sebelumnya saya banyak bercerita tentang Sleman, kali ini saya pengen ajak teman-teman untuk melipir ke Kabupaten Bantul. Tepatnya Kecamatan Dlingo. Nama Dlingo mungkin kurang familiar di telinga ya? Namanya masih kalah popular bila dibandingkan dengan tetangganya, Imogiri. 

Kalau Imogiri pasti pada tau kan? Yang paling saya ingat tentang Imogiri dari pelajaran sejarah jaman sekolah dulu adalah lokasi pemakaman raja-raja beserta keluarganya dari Kerajaan Mataram. Salah satu yang dimakamkan di sini adalah Sultan Agung Hanyokrokusuma yang memerintah Kerajaan Mataram pada tahun 1613-1645 dan terkenal karena perjuangannya melawan VOC. 

Balik lagi ke Dlingo ya. Wilayah Kecamatan Dlingo ini berupa bebukitan yang ditumbuhi pohon-pohon pinus. Dengan kondisi alam yang seperti ini, pastinya Dlingo cocok untuk dijadikan tempat wisata. Dan sepertinya, sekarang lagi musim ya tempat wisata yang merupakan perpaduan dari keindahan alam dan kreativitas manusia. Apalagi di jaman cakepdikit-cekrek-posting seperti sekarang ini. Kayaknya hampir tiap daerah berlomba-lomba menciptakan tempat wisata kekinian yang instagramable. Yaa.. Selama kreativitasnya gak malah merusak alam sih menurut saya fine-fine aja ya.

Nah di Dlingo ini ada banyak banget tempat wisata yang memang sepertinya dibuka untuk memuaskan hasrat berfoto. Dan spot-spot yang ada itu memang cocok banget untuk mengisi feed instagram kamu. Saking banyaknya, waktu seharian gak bakalan cukup untuk menyinggahinya satu persatu. Ibaratnya, kalau ke Dlingo tuh seperti kamu beli tiket hiburan lengkap, yang di sana kamu bisa menikmati wahana apa aja yang kamu mau.

Dan ini beberapa tempat wisata di Dlingo yang sempat kami kunjungi akhir tahun 2017 lalu. 

1. Hutan Pinus Mangunan

Tempat yang satu ini sudah sangat popular di kalangan wisatawan. Deretan pohon pinus yang menjulang tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Kesan sejuk dan menenangkan langsung terasa begitu sampai di tempat yang sering dijadikan lokasi foto prewedding ini. Banyak orang menyebut tempat ini dengan sebutan Hutan Pinus Imogiri. Padahal kalau dilihat secara administratif, hutan pinus ini bukan berada di Imogiri, tapi sudah masuk dalah wilayah Kecamatan Dlingo. 

Para krucils main ayunan di tengah hutan pinus

Hutan Pinus Mangunan ini tak pernah sepi pengunjung. Padahal dulunya, lahan seluas 500 Ha ini hanyalah sebuah lahan tandus yang kemudian direboisasi dan ditanami pohon Pinus Merkusii, Akasia, Mahoni, Kemiri dan Kayu Putih. Pohon-pohon itu pun tumbuh subur sampai sekarang. Bagusnya kalau mau kesini sih pagi-pagi banget. Soalnya kalau udah siangan dikit, tempat ini rame banget. Susah buat bisa dapet foto keceh ala-ala selebgram, hehehe..



Kami sampai di sini sudah kesorean dan keburu hujan. Jadinya gak bisa explore lebih jauh. Gak sempat naik ke menara pandangnya. Gak sempat duduk-duduk manja di bangku dari gelondongan kayu yang hits banget di instagram itu.

O iya, gak usah khawatir bakal ketinggalan waktu sholat kalau berkunjung ke sini. Karena di Hutan Pinus Mangunan ini ada mushola yang cukup luas dengan banyak persediaan mukenah. Wudhu di sini enak banget loh, airnya seger. 

HTM Hutan Pinus Mangunan ini cukup murah, cuma Rp 2000/orang. Untuk parkir motor Rp 2000 dan untuk parkir mobil Rp 10.000. 

2. Puncak Becici


Puncak Becici tak kalah menariknya dengan Hutan Pinus Mangunan. Di sini lebih banyak pilihan spot menarik untuk berfoto. Ada Rumah Jamur, Rumah Marsupilami, Taman Cinta, Camping Ground, juga ayunan di atas bukit. Pemandangan dari atas bukit cakep banget. Apalagi kalau sore hari jelang matahari terbenam, dan waktu pagi saat kabut tipis masih menyelimuti bebukitan. 

Spot di puncak

Rumah Jamur

Rumah Marsupilami

Taman Cinta

Ayunan di atas bukit

Di Puncak Becici ini juga ada pohon-pohon pinus. Tapi jarak pohonnya tak serapat pohon-pohon pinus di Hutan Pinus Mangunan. Pihak pengelola menyadari hal ini. Itulah kenapa mereka lebih fokus menambah spot-spot untuk berfoto agar bisa tetap menarik pengunjung. Terbukti sih, pengunjung yang datang kesini rela mengantri demi bisa berfoto di spot-spot yang ada. 

Hutan pinus di Puncak Becici

Fasilitas yang ada di Puncak Becici ini juga cukup lengkap. Ada toliet, mushola, warung makan, gazebo dan bangku-bangku untuk bersantai, juga kios-kios souvenir. Tempat parkir kendaraan di sini cukup luas. Baik untuk kendaraan roda 2 maupun roda 4. 

Camping Ground 

HTM nya gratis. Cuma dikenakan ongkos parkir kendaraan. Rp 3000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Kalau mau camping juga bisa. Biayanya murah banget, cuma Rp 5000/orang. Untuk berfoto di spot-spot yang ada gratis, kecuali di Rumah Marsupilami. Gak ada patokan tarif sih, cuma di sampung tangga disediakan kotak kayu untuk sumbangan seikhlasnya. 

Ada yang bisa baca? Ini Sapta Pesona ditulis dalam Aksara Jawa

3. Pintu Langit Dahromo

Sebelum berangkat ke Jogja, saya sudah memasukkan Pintu Langit Dahromo ini ke dalam bucket list. Saya terpesona banget ama penampakannya di instagram. Kesannya seperti sebuah pintu yang akan membawa kita ke dunia lain. Tau pintu kemana saja punya Doraemon? Ya seperti itulah Pintu Langit Dahromo ini. Mungkin pengelolanya ingin mewujudkan impian banyak orang yang berharap pintunya Doraemon itu benar-benar ada di dunia nyata. 

Pintu Langit

Selain pintu langit, di sini juga banyak spot-spot foto lainnya yang tak kalah menarik. Ada Jendela Langit, Piano di Atas Awan, Sayap Capung, Rumah Kayu dengan pot-pot bunga kecil, Platform Cinta, dan masih banyak lagi. Dan sepertinya spot-spot di sini akan terus bertambah mengingat lahan yang ada masih cukup luas untuk menambah spot-spot baru. 

Platform Cinta

Jendela Langit

Rumah di atas bukit

Mau ngopi?

Piano di atas awan

Sebut saja bunga dan kumbang 😂😂

HTM Pintu Langit Dahromo ini cukup murah, cuma Rp 5000/orang. Dan Rp 2000 untuk kendaraan. Dengan tiket segitu pengunjung bisa puas berfoto di semua spot yang ada tanpa dikenakan biaya tambahan lagi. Jadi puas-puasin aja pepotoannya, dengan catatan gak ada yang antri di belakang kamu. 

Jembatan menuju Pintu Langit

***

Selain tiga tempat yang saya ulas di sini, masih banyak lagi tempat-tempat lain yang gak kalah menariknya di Dlingo. Ada Jurang Tambelan yang ngehits dengan spot foto berbentuk kerangka kapal. Ada Seribu Batu Songgo Langit yang terkenal dengan spot rumah hobbit. Ada Hutan Pinus Pengger, Watu Goyang, Bukit Lintang Sewu, Bukit Panguk Kediwung, dan masih banyak lagi. Seperti yang saya bilang di awal tadi, saking banyaknya tenpat wisata di sini, waktu seharian gak bakal cukup untuk ngelilingin semua. 

Serunya, tiap tempat wisata itu masing-masing punya spot andalan yang gak ada di tempat lain. Yang kayak gini ini yang bikin penasaran untuk mengunjungi semuanya. Iya kan? Saran saya sih, gak usah bernafsu menuntaskan semua spot yang ada dalam sehari. Sisakan spot-spot lainnya untuk kunjungan kamu berikutnya. Dengan begitu kamu akan selalu punya alasan untuk kembali ke Jogja.

You Might Also Like

62 komentar

  1. di atas ketinggian semua ya kak, spot wisatanya. ngeri juga kalau liat ke bawah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Karena daerahnya emang ada di atas bukit. Jadi view yang dijual ya pemandangan dari ketinggian 😊

      Delete
  2. Wah keren ya...
    Di Cianjur juga mau dibuat seperti ini ah biar mau selfie ga harus jauh2 ke Yogyakarta hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya gak lama lagi teh.. Sekarang kan lagi musim tiap daerah bikin tempat wisata kayak gini.. 😁😁

      Delete
  3. Mbak dee bikin baper jadi rindu Jogja. Udah makin banyak tujuan wisata kalo kesana ya mba, spot fotonya kece semua, berlatar pemandangan ijo-ijo..

    ReplyDelete
  4. jogja makin keren ya..
    jadi penasaran ke sini lagi
    meski dulu punya pengalaman tidak enak " dikerjain " sopir taksi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang udah nyaman uni.. Udah ada taksi online. Ada Trans Jogja juga.

      Delete
  5. Sepertinya Tempat foto buat eksis di medsos benar2 jadi trand ya di Indonesia... Tapi apapun itu semoga bisa jadi pendapatan bagi masyarakat, namun tidak juga merusak alam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak.. Lagi ngetrend. Semua daerah berlomba2 bikin spot yang instagramable. Setuju, asal gak merusak alam yg udah ada sih ga masalah

      Delete
  6. Wow...viewnya cakep. Liburan akhir tahun lalu ke Mangunan, tapi nggak sampai kesini. Haha... waktunya nggak cukup. Pengen lebih lama biar puas jalan-jalannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mbak.. Kalo ke sini rasanya gak cukup waktu sebentar

      Delete
  7. Wisata back to nature lagi hits (lagi) tapi diolah jadinya keren. Pingiiin deh kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Karena sekarang jamannya orang posting yang indah-indah di medsos khususnya instagram 😁😁

      Delete
  8. wih keren2 semua , jogja banyak wisata baru ya, aku kemarin ke jogja juga gak bisa lihat semua yg baru di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak.. Banyak banget. Rasanya waktu selalu kurang ya kalo ke Jogja 😄

      Delete
  9. Beneran...foto2nya kece-kece semua ya....
    Pulau Jawa itu lengkap..pantai..gunung..hutan..dan lautan...hi2, maksudnya banyak tempat wisata gitu loh..

    ReplyDelete
  10. Aku ke sini pas tahun lalu, suasana adem itu yang membuat nyaman berkunjung ke Yogyakarta ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak.. Apalagi kami kemarin kesini pas musim hujan, jadi makin adem hehehe

      Delete
  11. HOnestly, saya belum pernah ke Jogjakarta.. *Umur segini blom pernah ke Jogja? kemane aja loh!!!* . Lihat spot2 foto mba Dee di Jogja, jadi pengen lompat kemari. Semoga bisa weekend-an ke Jogja deh.. bantu tiket eh doa dong mba Dee.. wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mumpung lagi di Jekardah, Chay.. Kalo weekend melipirlah ke Jogja. Naik kereta api aja.. 😁😁

      Delete
  12. terakhir kesini pas mau foto prewed hihi sekarang tambah rame ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah pastinya punya kesan tersendiri ya mbak 😊😊

      Delete
  13. Meleleh saya lihatnya, Mbak... Cantik2 semua yaa, pengenn, hihi. Mendekat dengan alam, favorit banget...apalagi sama anak2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mbak.. Salah satu bentuk quality time bareng keluarga juga 😊

      Delete
  14. Karena Jogja luas banget, jadi belum sempat explore ke semua tempat yg mba Dian tuliskan diatas. Next time kudu dikunjungi lg kalo ke Jogja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Eka.. Luas banget. Gak akan cukup waktu seminggu ya.. Tapi gpp, kan jadi ada alasan buat balik lagi ke Jogja ya 😄😄

      Delete
  15. Bagus ya spot-spot foto yang ada mirip jamur dan sarang burung. By the way memang kalau tempat pikniknya di ketinggian, bisa dijamin pasti bagus, buat mata dan foto juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener kak.. Apalagi kalo pas ada awan-awan ya.. Jadi serasa berada di negeri atas awan 😄

      Delete
  16. Pernah dua kali main ke jogja cuma tidak maksimal, hanya mampir karna transit hiks, jadinya belom kesampaian ketempat2 Instagramable nih, next harus kejogja lagi nih cuss hunting tiket wkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Next time kudu lebih lama, Sad.. Biar puas jalan-jalannya 😊

      Delete
  17. Memanfaatkan alam tanpa merusaknya. semoga para pengunjungnya juga begitu. BTW keren Jogja nih.... jadi inget rumah dikampung banyak pinusnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak. Sayang banget kalo tempat udah cakep begini malah dirusak atau dikotori..

      Delete
  18. Wiii... cakep ya, yang pintu langit itu kayanya cantik banget. Udah setahun lebih gak ke jogja, jadi pengen main lagi euy...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pintu langit itu spot favorit.. Kalo malem-malem lebih keren. Keliatan lampu-lampu kota

      Delete
  19. wah keren banget destinasinya kak, you are so lucky mengalami sensasi alam yang super instagramer tetapi tidak dirusak.. Semoga bisa meninggalkan jejak juga disana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak.. Kalo tempat wisata dibikin kayak gini, kita yang nikmatin juga enak ya.. Bukan kayak batu yang diwarna-warnain itu hehehe

      Delete
  20. Aku suka konsep yg di Pintu Langit Dahromo. Sederhana tapi inspiratif.
    Wajib dikunjungi nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya koh.. Itu beneran kayak membawa imaji khayal jaman kanak-kanak ya.. Pintu Doraemon 😄😄

      Delete
  21. Jogja memang selalu ngangenin. Tempat sefotogenik ini biayanya pun masih terjangkau, bikin tambah happy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener.. Itu salah satu yang bikin betah di Jogja 😁

      Delete
  22. wah pengen banget ke jogja lagi setelah baca postingan ini. dai dulu pengen banget ke hutan pinus mangunan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cusss kesana Zack.. Bakal puas nyetok foto buat instagram 😄

      Delete
  23. Waaah tambah kece dan beneran instagramable banget ya. Pengen ke Jogja lagi rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh, tempat wisatanya makin banyak.. Bikin pengen balik mulu kesana..

      Delete
  24. Dlingo itu memang jadi pusat konsentrasi wisata baru di Jogja. Sebagai pemegang KTP Bantul, aku bangga wakakaka.

    Tapi jujur, buat orang yang lebih suka urban exploring kayak aku, agak ngebosenin karena pemandangan dan kegiatannya itu-itu aja, hahaha. Hutan Pinus, Puncak Becici, Kebun Buah Mangunan, Jurang Tembelan, Bukit Panguk, Hutan Songgowatu, ya konsepnya sama.

    Aku baru tau Pintu Langit Dahrono, btw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah dikunjungi warga Bantul niih.. 😊😊 Iya sih, konsepnya kurang lebih sama aja. Tapi buat orang luar Jogja kayak kami, tetep aja ini menarik banget 😄

      Delete
  25. Kalau ke jogja jangan lupa ke tebing breksi mbak di,menengok keindahan alam bekas tambang n banyak wisata edukasi yg wajib dikunjungi. Ah, pokoknya jogja is never ending

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya.. Tebing Breksi kmaren kelewatan. Padahal deket dari rumah. Maklum, selama di Jogja hujan mulu 😄😄

      Delete
  26. Eh buseeet, murah gitu tarif keretanya. Padahal perjalanan lumayan jauh ya!. Saya juga kangen Jogja. Udah belasan tahun belum sempat kembali ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang.. Itulah salah satu nikmatnya tinggal di Jawa 😄😄

      Delete
  27. bikin mupeng mba dee
    jadi pengin ke jogja

    btw itu agak gagal fokus dengan lala yg makin tinggi
    mirip dengan ayahnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha kalo Lala emang fotocopy ayahnya banget 😄😄

      Delete
  28. Wah keren.... tempatnya sungguh memesona dari foto-foto yang dihadirkan. BTW baca soal Dlingo apakah ada kaitan nama itu dengan obat atau perlengkapan untuk empon2 bayi, dlingo blengge.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah aku malah baru denger nih dlingo blengge #langsungbrowsing

      Delete
  29. jadi kangen jogja, kapan ya mudik ke jogja (ngitung harpitnas

    ReplyDelete
  30. waahh....baru tau ada tempat namanya dlingo, dan trnyata keren banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe namanya kalah populer ama tetangganya, Imogiri 😁

      Delete
  31. Mbak, kalau ke Pintu Langit Dahromo itu mesti naik motor, atau memang sulit naik mobil?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren kami naik mobil mbak.. Jalannya gak sulit-sulit banget kok

      Delete