[Bandung Trip] 1. 15 Jam Perjalanan Surabaya - Bandung

Wednesday, September 18, 2013

Kereta api Pasundan
Setelah kemarin menikmati perjalanan laut dari Batam ke Singapura disambung perjalanan udara dari Singapura ke Surabaya, hari ini kami melanjutkan perjalanan darat dengan moda kereta api dari Surabaya ke Bandung. Yuhuuu... our holiday is begin!
Jam 8 pagi jadwal keberangkatan yang tertulis di lembaran tiket. Tapi pagi itu jam setengah 6 kami ber-7 (aku, suami, Reva, Lala, kakak ipar plus dua anaknya, Ais dan Farrel) sudah berdesakan di dalam taxi. Jarak dari Kebraon (rumah mertua) ke stasiun Gubeng sebenarnya tidak terlalu jauh. Tapi kami tetap memilih berangkat lebih pagi demi menghindari macet, apalagi jam segitu kan jamnya orang berangkat kerja dan anak-anak berangkat sekolah.

Belakangan ini macetnya Surabaya emang udah parah banget. Bisa dibilang udah mulai menyaingi kota termacet di Indonesia, Jakarta. Kalo dulu biasanya macet hanya di jam-jam tertentu dan kawasan tertentu, sekarang macetnya udah setiap saat dan di semua kawasan. Populasi kendaraan bermotor, khususnya kendaraan pribadi, semakin meningkat. Apakah ini artinya taraf hidup warga Surabaya juga meningkat? Silakan bertanya pada rumput yang bergoyang... :D

Balik lagi ke perjalanan kami. Akhirnya kami sampai di stasiun Gubeng jam 7 lewat. Langsung ngemper di depan stasiun, buka bekal dan makan deh rame-rame. Hehehe... Tadi berangkatnya kepagian dan gak sempat sarapan di rumah. Jadinya, bekal sarapan sengaja kami bungkus. Niatnya sih untuk makan di kereta, tapi begitu ngeliat ada tempat buat ngemper di depan stasiun plus waktunya masih cukup, langsung deeeh....
Sarapan di emperan stasiun :D
Kali ini yang akan menemani perjalanan panjang kami dari Surabaya ke Bandung adalah KA Pasundan. Untuk kelas ekonomi seperti yang kami pilih harganya 100 ribu rupiah per orang. Jadi jangan berharap lagi bisa naik dengan percuma seperti pada syair lagu anak-anak.. Ke Bandung Surabaya, bolehlah naik dengan percuma... :D

Menunggu kereta @ stasiun Gubeng, Surabaya
Jangan bayangkan gerbong kereta api ekonomi itu kumuh dan penuh sesak dengan penumpang yang berdiri atau duduk di sepanjang lorongnya. Kereta api ekonomi sekarang gerbongnya sudah ber-AC. Malah ada juga yang dilengkapi dengan colokan listrik. Seperti gerbong yang kami naiki pagi itu. Lumayan, buat nge-charge HP atau kamera :)

Ngomong-ngomong soal kereta api, rasanya aku udah sering banget ya nulis tentang moda transportasi yang satu ini. Bahkan sudah ada dua kisah yang masuk dalam buku antologi. Coba deh baca buku Love Journey: Ada Cinta di Tiap Perjalanan, juga buku Carok. Di situ aku cerita tentang serunya perjalanan naik kereta api, khususnya kereta api ekonomi. *boleh donk nyambi promosi buku :D



Pemandangan dari jendela kereta
Perjalanan naik kereta api ke Bandung kali ini demi menuruti keinginan si Farrel, ponakanku yang tergila-gila banget ama kereta api. Dia jadi ketagihan naik kereta api gara-gara diajak mudik naik kereta api ke kampung halaman papanya di Nganjuk. Sejak itu si Farrel inijadi tergila-gila banget ama yang namanya kereta api. Saking tergila-gilanya, dia sampai hapal nama-nama kereta api yang lewat stasiun Sepanjang tiap sore. Gara-gara tiap sore dia ngajak kakeknya nongkrong deket stasiun Sepanjang. hehehe.. Bahkan kalo ditanya cita-citanya, Farrel akan langsung menjawab: masinis!
Si Farrel yang tegila-gila ama kereta api
Bagi Lala, bocah kecilku yang gak bisa diem itu, perjalanan naik kereta ekonomi ini bukanlah yang pertama bagi dia. Tahun lalu kami mengajaknya naik kereta api ekonomi juga ke Jogja. Waktu itu umurnya masih 3 bulan. Alhamdulillah gak rewel. Lebih banyak bobonya daripada bangunnya, hehehe.. Tinggal tangan plus paha emaknya aja yang pegel mangku dia sepanjang perjalanan :D

Dan kali ini, karena si bocah kecil bernama Lala itu udah tambah gede, udah umur 15 bulan, pastinya udah gak bisa diem bobo manis aja di pangkuan. Sekarang maunya main dan ngajak jalan terus. Gak papa deh, asal si bocah seneng dan gak rewel aja. Lagian kalo ngajak jalan juga ayahnya kan yang repot, hihihi... 
Menikmati 15 jam perjalanan Surabaya-Bandung
Jam 11 malam akhirnya kereta kami sampai di stasiun Kiara Condong, Bandung. Molor dari waktu yang tertera di tiket tentu saja. Hawa dingin kota Bandung langsung menyambut.
Malam ini kami akan menginap di Lembang, numpang nginep di rumah temen pondokku dulu, Egi namanya.

Khawatir kami gak dapet angkutan si Egi dan suaminya berbaik hati menjemput kami di stasiun. Wuaaahh.. udah numpang nginep, masih dijemput pula. Jadi deh, kami menikmati perjalanan malam itu dengan menumpang VW combi kuning cerah milik suami Egie. Makasih banget ya Gie... :)


You Might Also Like

6 komentar

  1. Wah 100 ribu mah murah ya Dee. Kapan2 nyoba ah Bandung Surabaya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu karena kami belinya jauh-jauh hari, teh... Kami beli tiketnya sebelum lebaran. Harga tiket kereta api sekarang fluktuatif. Apalagi sekarang belinya bisa online, bisa juga beli di indomaret, jadi siapa beli duluan harganya lebih murah....

      Delete
  2. Replies
    1. main ke Jawa, Yan.. trus nyoba naik kereta.. seru!

      Delete
  3. Kangen naik kereta di Indonesia. Edisi galau :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar klo mudik dipuas2in naik kereta, mbak :)

      Delete