Dengan Zenfone 9, Wujudkan Mimpi Punya Mobile Production House dalam Genggaman

Saturday, December 17, 2022


Doing what you love is the cornerstone of having abundance in your life - Wayne Dyer

Sejak memutuskan resign dari perusahaan, saya dan suami memutuskan untuk menekuni dunia kreatif. Sebuah dunia yang bikin hidup kami jadi lebih hidup, meski kadang jungkir balik seperti roller coaster


Berbekal sebuah kamera, laptop, dan smartphone, kami mencoba untuk membesarkan Rumah Emo, sebuah rumah produksi yang menjadi impian kami berdua. Kebetulan suami punya latar belakang cinematography

Sebagai seorang yang bergelut di dunia konten kreatif, keseharian kami gak bisa lepas dari yang namanya proses produksi konten. Mulai dari konten-konten yang sifatnya untuk kepentingan pribadi hingga konten tuntutan pekerjaan sesuai permintaan klien. 

Kami menikmati setiap proses dalam memproduksi konten. Mulai dari melakukan survei dan riset lokasi, pengambilan gambar dan video, memindahkan hasil foto dan video dari kamera ke laptop untuk diedit, proses editing, sampai hasilnya jadi dan siap untuk diupload. Sungguh merupakan sebuah rangkaian proses panjang yang cukup ribet, karena harus melibatkan banyak alat dan makan waktu lebih panjang. 

Kalau dipikir-pikir dan ngingat masa-masa itu masih jelas terbayang kerempongan demi kerempongan yang harus kami hadapi tiap mau syuting. Belum lagi kalau harus syuting project dari klien yang mengharuskan kami traveling ke luar kota, keluar masuk hutan, naik gunung bahkan sampai main-main satwa liar di habitat aslinya. Kalau udah kayak gini pasti suami saya jadi punya double job. Jadi kameraman sekaligus 'kupang' (kuli panggul) yang ngambil gambar sambil nggendong 'perabotan lenong'.

Kecanggihan Smartphone yang Membawa Berkah Kemudahan

Siapa yang nggak setuju kalau HP saat ini dengan segala kemajuan fiturnya menjadikan segalanya jauh lebih mudah? Kalau beneran ada yang nggak setuju mungkin hanya orang yang kebanyakan tunggakan pinjol dan sedang dikejar-kejar debt collector. hehe..!

Seiring perkembangan teknologi yang melahirkan perangkat-perangkat ponsel pintar dan semakin hari semakin bertambah pintar dengan kemajuan fitur-fiturnya, maka kehadirannya mampu membuat seluruh rangkaian pekerjaan tersebut jadi semakin praktis. 

Percaya atau tidak, kini dengan hanya satu ponsel dalam genggaman sudah cukup untuk mengerjakan fungsi dari semua peralatan untuk memproduksi konten. Mulai dari proses writing, shooting, editing, mixing, hingga posting semua bisa dilakukan dengan satu alat. Nggak perlu lagi yang namanya transfer data dari kamera, nggak perlu juga terpaku duduk berlama di depan meja editing

Ngedit video di rumah bisa disambi momong bocah πŸ˜„

Dengan kata lain, punya smartphone yang mumpuni, canggih, dan super pintar sama artinya dengan punya production house dalam genggaman tangan. 

Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa tidak semua ponsel mampu melakukan seluruh rangkaian kinerja tersebut dengan baik. Lantas, ponsel seperti apakah yang mumpuni untuk dijadikan compact mobile production house

Terbiasa Nyaman Menggunakan Handphone Sebagai Compact Production Gadget

Semua cerita 'Production Stuff Reformation' ini berawal dari tahun 2018 lalu. Waktu itu kebetulan saya mulai memakai HP ASUS Zenfone Max Pro M2 yang tujuan awalnya sebenarnya memang mau dipakai untuk alat komunikasi HP sebagaimana mestinya. Namun semua jadi berubah ketika kami mulai mencoba kameranya. Dan yang paling kami suka dari kamera HP ASUS tuh hasil gambarnya yang benar-benar bersih natural dan real seperti kenyataan sebenarnya, tanpa adanya kontaminasi efek bokeh atau filter beautifikasi layaknya kamera-kamera 'jahanam' yang biasa tersemat di kebanyakan smartphone.

Dan kami jadi lebih girang lagi pas nyobain kamera videonya yang sudah dilengkapi image stabilizer. Gambar yang jernih serta tajam dengan movement yang halus tanpa getar sangat cocok buat karakter konten-konten kami yang kebanyakan mengandung unsur cinematic adventure. Jadi semua pergerakan yang dilakukan, mau itu tracking, walking, running, object following, time lapse travel shot, serta pergerakan kamera lainnya dapat menghasilkan gambar yang halus tanpa getaran/guncangan kamera. Bahkan jika dilakukan dengan hand held tanpa gymbal sekalipun. Bukan hanya girang, akhirnya sejak saat itu entah karena terbiasa atau keenakan, kemanapun kami harus syuting, maka kami hanya membawa HP di kantong, tanpa perlu lagi membawa tas ransel berisi kamera.

Hebatnya lagi, tuh HP nggak cuma bertugas sebagai pengganti kamera, tapi juga sanggup mewakili tugas yang selama ini dibebankan pada komputer atau laptop editing. Yah, seiring kemajuan teknologi, kali ini banyak sekali aplikasi editing foto serta audio video yang bisa dipergunakan pada smartphone. Mulai yang level plug and play untuk pemula hingga aplikasi editing profesional yang sudah dilengkapi banyak sekali fitur editing

Alhasil, sejak saat itu kami nggak perlu rempong lagi ngurusin 'perabotan lenong' tiap kali harus syuting. Kami sudah merasa sangat diuntungkan dan cukup nyaman menggunakan segala teknologi yang terkandung dalam gadget kami. 

Selain itu ada kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi kami karena bisa mematahkan stigma orang-orang yang acapkali bertanya "kok syutingnya cuma pakai HP? kayak nggak profesional!"

Namun kenyataan berbalik setelah mereka semua melihat hasil yang kami kerjakan seraya mengganti pertanyaan dengan kalimat "Ini beneran hasil syuting pakai HP??" Dan saya hanya perlu menjawab sambil garuk-garuk kepala biar nggak dikira sombong, "nggak cuma syutingnya, editing dan mixingnya juga semua pakai satu HP!"

Ini salah satu contoh konten yang kami kerjakan pakai smartphone, Zenfone Max Pro M2. Mulai dari ambil video, editing, sampai posting. Syutingnya sambil deg-degan dan berdoa kenceng semoga si Max Pro gak nyemplung ke sungai 😁.



Tuntutan Semakin Besar, Kini Waktunya Upgrade 'Senjata'!

Alhamdulillaah Rumah Emo yang kami rintis selama tiga tahun kini semakin membuat kami ngos-ngosan😁. Eiits.. bukan ngos-ngosan karena nggak sanggup nerusin langkah, justru sebaliknya kami mulai ngos-ngosan untuk membagi waktu guna menghandle semua pekerjaan. 

Namun ada efek samping yang timbul dari meningkatnya beban dan frekuensi kerja. Zenfone Max Pro M2 yang jadi senjata andalan kami sepertinya nggak akan sanggup memenuhi semua keinginan dan kemauan kami. Artinya kami perlu HP dengan mekanisme lebih baik, kualitas lebih baik, ketahanan lebih baik, kinerja lebih cepat dan yang terpenting semakin membuat praktis pekerjaan kami.

Lantas, smartphone apa kira-kira yang mampu menjawab semua persoalan tersebut?

ASUS Zenfone 9, Si Mungil Yang Memikat Hati

Mulailah kami mencari-cari senjata apa yang kira-kira bisa jadi penerus sekaligus teman tandem Max Pro M2 kami. Banyak pertimbangan ini itu yang harus kami lakukan sebelum menentukan pilihan. Namun satu yang pasti senjata baru itu harus tetap ASUS! Alasannya tentu saja pada kenaturalan tone color gambar yang menjadi karakter kamera ponsel ASUS. Selain itu kami juga harus memikirkan seandainya suatu saat si HP baru ini harus kerja bareng dengan si M2 seniornya, maka penggabungan hasil gambar keduanya masih akan seirama nggak jomplang belang blentong.

Pencarian senjata baru kami pun akhirnya berhenti ketika bulan lalu ASUS merilis Zenfone 9, si mungil yang langsung memikat hati kami dengan segala pesona kelebihannya. Fix pilihan kami pun akhirnya jatuh pada ASUS Zenfone 9 dengan pertimbangan-pertimbangan berikut: 

Ukuran Ringkas Performa Beringas

Terlahir dengan ukuran 5,9 inchi dan berat hanya 169 gram menjadikan Zenfone 9 sebagai sosok gawai imut yang catchy dan mudah digenggam. Namun jangan pernah remehkan si kecil! Karena kecil bukan berarti lemah.


Meski mungil, ASUS Zenfone 9 punya dukungan flagship Platform Seluler Snapdragon 8+ Gen 1 Mobile Platform yang lebih powerful. Chip anyar ini mampu mencapai CPU clock speed sampai 3.2 GHz, menghasilkan performa CPU dan GPU 10% lebih tinggi namun dengan efisiensi CPU 30% dibandingkan sebelumnya.

Untuk meminimalisir potensi bottleneck, Zenfone 9 dilengkapi LPDDR5 RAM sampai 16GB dan UFS3.1 storage. Ponsel ini pun sudah mendukung konektivitas Wi-Fi paling ngebut Wi-Fi 6E untuk menghasilkan konektivitas yang lebih stabil, lebih cepat, bahkan pada kondisi crowded

Performa terbaik tentu harus didukung baterai yang mumpuni untuk penggunaan yang lebih memuaskan. Zenfone 9 sudah menggunakan baterai berkapasitas 4300mAh, lebih dari cukup kalo buat dipake beraktivitas seharian penuh, serta teknologi charging FFC berpadu daya charger 30 Watt akan sangat menyingkat waktu pengisian ulang baterai.

Kamera Jahat Namun Bukan Kamera Jahanam


Rasanya gak berlebihan kalo saya menyebut kualitas kamera dari Zenfone 9 ini 'jahat'. Soalnya, ASUS membekali Zenfone 9 dengan kamera utama 50MP ultra-wide angle dari SONY IMX766 yang diperkuat teknologi 6-axis Hybrid Gimbal Stabilizer dan Autofocus untuk pengambilan gambar yang lebih stabil dan bebas guncangan. Kamera ini mampu merekam video 8K/24fps dengan OIS/EIS. Kamera ini juga mampu merekam foto 16MP dengan light sensitivity yang lebih tinggi menggunakan filter warna Quad Bayer dan perekaman hingga 50MP pada kondisi terang. 

Trus kamera keduanya 12MP ultra-wide dengan sensor SONY IMX363 yang mendukung fotografi makro dan disertai fitur autofocus. Kamera ini mampu merekam video 4K/60fps dengan EIS dan koreksi distorsi yang real-time. Kamera ini mampu merekam foto makro dengan fokus sampai jarak 4cm.

Zenfone 9 ini jadi ponsel pertama yang menggunakan sensor SONY IMX663 yang mampu melakukan autofocus dengan cepat berkat dual PDAF looh. Kamera depan ini mampu merekam foto hingga 12MP dan video 4K/30fps atau FHD/60fps dengan EIS. Gak cuma mampu melakukan zoom, tapi kita juga bisa melakukan selfie dengan tingkat kedalaman yang tinggi dan lebih tajam. 

Dengan formasi kamera selengkap dan secanggih ini, kita bisa melakukan perekaman foto dan video dalam mode pro. Jadi kita memiliki lebih banyak pilihan kustomisasi dan setup untuk menghasilkan foto maupun video yang diinginkan. Trus kita juga bisa melakukan manual setting untuk focus, ISO, kecepatan shutter, EV, dan white balance, serta perekaman dalam RAW. ASUS juga menyediakan fitur baru Light-trail mode (BETA) yang memungkinkan pengguna menggunakan manual shutter atau melakukan preset shutter time untuk merekam objek bergerak dan menghasilkan efek cahaya yang menarik, seperti lalu lintas malam hari, light graffiti, memotret air terjun, dan sebagainya. 

Kalau ada HP dengan spek kamera seperti itu, apa masih perlu kerja bawa kamera gede plus perabotan lenongnya?

Ruang Penyimpanan Berkapasitas Besar

Nah ini dia salah satu yang jadi alasan kami untuk meng-upgrade 'senjata'. 'Magazine' senjata lama kami terlalu kecil untuk dibawa ke medan perang yang lebih besar dengan rentang waktu yang lebih lama. Ini juga yang sering bikin rempong kalo kami harus terus syuting sementara kapasitas penyimpanan di HP tiba-tiba berteriak penuh.

Nah, Zenfone 9 ini punya kapasitas penyimpanan yang cukup lega. Ada 3 pilihan varian storage. Yang terkecil dengan RAM 6GB/128GB. Dan yang terbesar dengan RAM 16GB/256GB. Dengan kapasitas RAM dan memori sebesar ini, gak ada ceritanya deh smartphone tiba-tiba ngelag di saat-saat genting. Mau dipakai syuting, editing, nonton video streaming atau main game pun bakalan ayo aja.

Audio Berkualitas


Yang namanya media audio visual tentu nggak bisa hanya fokus pada kualitas gambar saja dong! Kualitas audio juga perlu diperhatikan sebagai satu kesatuan tak terpisah.

Nggak perlu khawatir karena Zenfone 9 tidak hanya punya dua speaker linier yang masif dan didukung oleh Qualcomm AqsticTM smart amps, tapi juga dilengkapi dengan jack audio 3.5mm yang menggunakan Qualcomm Aqstic DAC terbaru. Bersama dengan sound tuning dari Dirac, Zenfone 9 memberikan pengalaman audio yang impresif.

Dual speaker pada Zenfone 9 dilapisi Dbass foam ball untuk memberikan kedalaman suara ekstra. Tiap speaker sudah diperkuat Qualcomm Aqstic WSA8835 amp yang powerful. Dari pengujian, Zenfone 9 mampu memproduksi bass 50% lebih besar dibandingkan kompetitor. 

Penggemar headphone 3.5mm bakal dipuaskan dengan output Hi-res Audio yang mampu dihasilkan oleh ponsel ini. Audio jack ini bahkan sudah menggunakan Qualcomm® AqsticTM WCD9385 DAC terbaru dan menghasilkan dynamic range dan low distortion yang luar biasa.

Untuk memaksimalkan speaker di tubuh smartphone yang ramping, ASUS bekerjasama dengan pakar sound dari Swedia di Dirac Research. Melanjutkan kerjasama sejak project ROG Phone 3, para pakar sound di Dirac menggunakan Dirac HD Sound Technologies untuk melakukan koreksi pada impulse dan frequency response, peningkatan bass dan volume, sehingga menghasilkan sound yang lebih kuat, bass yang lebih terasa, dan bebas distorsi. 

Bahkan untuk penggunaan gaming, speaker bawaan maupun headset ASUS ROG sudah disetting untuk mendukung game mode saat ponsel ini dipakai untuk memainkan game. Mode ini menerapkan penyetelan audio khusus game dalam frekuensi tertentu, sehingga lebih mudah untuk mendengar suara yang penting dalam game, seperti suara langkah kaki.

Zenfone 9 juga sudah dilengkapi aplikasi AudioWizard yang bisa diset dengan cepat di quick setting, untuk mengoptimalkan dan meningkatkan kualitas audio pada Zenfone 9. Antar mukanya menampilkan 10-band equalizer yang mudah diatur serta pilihan audio style: Dynamic, Music, Cinema, dan Game.

Gak Gampang Ngos-ngosan Karena Overheat

Meskipun performanya cadas, tapi Zenfone 9 ini gak gampang panas. Soalnya sudah dilengkapi vapor chamber berteknologi tinggi dan fitur penyebaran panas, sehingga memungkinkannya menghasilkan performa tinggi tanpa kenaikan suhu berlebihan.

Desain Kokoh Tapi Terlihat Manis dan Ringkas

Salah satu keunggulan Zenfone 9 ini adalah ukurannya yang ringkas. Ukuran layarnya hanya 5,9 inci dengan panjang kurang dari 14,8 cm dan lebar kurang dari 7 cm, jadi bisa nyaman digenggam dalam satu tangan dan muat di saku. Ini cocok banget kan buat emak-emak traveler yang masih suka bikin konten sambil nggendong anak πŸ˜„. 

Pilihan warnanya ada 4, MoonLight White, Sunset Red, Starry Blue, dan Midnight Black. Cukup bikin bingung karena semua terlihat menggoda. Sebagai penggemar hitam garis keras, saya tentu pengen punya yang warna Midnight Black. Tapi pas ngeliat yang warna Sunset Red, kok jadi naksir juga yaa? 😁


Desainnya yang sleek dan clean, diperkuat mid-frame dengan material matte aluminum bikin tampilannya jadi terlihat kokoh tapi tetap nyaman digenggam. Layar AMOLED-nya juga sudah diproteksi dengan Corning Gorilla Glass Victus yang bikin si Zenfone 9 ini empat kali lebih antigores dibanding kompetitor dan tangguh saat jatuh dari ketinggian sampai 2 meter. Wow! 


Dan yang paling bikin kami excited adalah kenyataan bahwa Zenfone 9 ini sudah mengantongi sertifikasi IP68. Hal ini semakin melengkapi ketangguhan dari smartphone berbodi ringkas ini. Cocok banget buat kami yang sering bikin konten bertema outdoor activities.


Dan lagi, kita gak perlu kuatir kalo harus berlama-lama menatap layar Zenfone 9 ini. Karena, layarnya sudah tersertifikasi SGS Eye Care Display untuk emisi blue-light yang lebih rendah sehingga lebih nyaman di mata.

Harga yang Nggak Over Rated

Dengan seabrek kelebihan di atas, tidak lantas membuat Zenfone 9 harus menyandang banderol price tag yang mahal lho. Menurut kami harga pasaran HP ini masih sangat worth it jika diukur sesuai kemampuan serta spesifikasinya. 

Buat yang minat punya Zenfone 9, kalian bisa memilih dari tiga varian spek dan harga yang disediakan lho.

  • 6GB / 128 GB = Rp. 7.999.000
  • 8GB / 256GB = Rp. 9.999.000
  • 16GB / 256GB = Rp. 11.999.000

Hayooo….. kalian nggak pengen ganti senjata ke Zenfone 9 juga? Atau pengen punya mobile production house juga? Bisa kok! buruan beli Zenfone 9 si HP Compact Size Big Possibility

Buat kalian yang mau beli Zenfone 9, udah bisa kalian dapatkan melalui partner dan channel pembelian resmi produk ASUS antara lain Erafone, Tokopedia, ASUS Exclusive Store, ASUS Online Store.

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Zenfone 9 Blog Writing Competition di Blog Widyanti Yuliandari.

You Might Also Like

0 komentar