Mengenal Pseudoxenodon Inornatus, alias si Kobra KW

Tuesday, May 19, 2015

Sumber foto dari sini

Beberapa hari ini, hampir tiap malam grup WhatsApp Sioux ngadain kuliah malam dengan tema-tema menarik. Lumayan banget buat nambah-nambah informasi dan pengetahuan seputar dunia ular. Kali ini yang dibahas adalah Pseudoxenodon Inornatus alias kobra KW. Nah lho! Jadi bukan cuma tas branded aja yang KW ya, ular juga ada KW-nya :)


Pseudoxenodon Inornatus dalam bahasa Inggris disebut juga Dull Bamboo Snakes, atau lebih dikenal dengan nama false cobra alias kobra KW. Dinamakan kobra KW, karena ciri khas dari ular yang satu ini adalah lehernya yang bisa mengembang seperti ular kobra. Bedanya, kalau cobra mengembangkan lehernya hanya pada saat merasa dirinya terancam, sementara leher pseudoxenodon inornatus terus mengembang, bahkan pada saat melata. 

Perbedaan mencolok lain antara kobra dengan kobra KW adalah dari gerakannya, kobra yang asli gerakannya lebih agresif. Cara mengembangkan lehernya juga berbeda, kobra yang asli lebih tegap. *mungkin yang KW malu kalo mau tegap-tegap ya, takut kalo ketemu ama yang asli hehehehe...

Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Boie pada tahun 1827 sebagai Xenodon Inornatus, hanya disebutkan dari Jawa, tapi tidak disebutkan lokasi detailnya. 

False cobra ini cukup sulit ditemukan di alam, hal inilah yang membuat ular ini cukup jarang dibahas oleh para herpetolog maupun para pecinta reptil. Catatan terakhir mengenai ular ini disampaikan oleh L.D Brongersma pada tahun 1950, setelah itu hampir tidak pernah lagi ada update tentang ular ini sampai pada tanggal 14 April 2012 yang lalu para volunteer Panthera menemukan spesies ini di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, pada ketinggian 1200 mdpl.

Rudy Rahardian alias Idur, mantan ketua Sioux yang saat ini menjabat sebagai Deputy Operational Yayasan Sioux Indonesia ikut mengidentifikasi pseudoxenodon inornatus yang ditemukan oleh para volunteer Panthera itu sebelum si kobra KW direlease kembali ke alam. 

Berikut hasil identifikasi pseudoxenodon inornatus :
1. Habitat semi aquatic
2.Type gigi ophistoglypha (memiliki taring bisa pendek dan terletak agak ke belakang pada rahang atas)
3. Perkiraan panjang 50-60 cm
4. Bentuk badannya cenderung segitiga dengan warna coklat kemerahan (coklat terang), dengan bagian vertebral berwarna lebih gelap, begitu juga bagian kepala (agak hitam)
5. Tubuh bagian ventral berwarna kekuningan
6. Di bagian leher ada marking menyerupai tanda panah


Referensi dari sini, juga dari grup WhatsApp Sioux. Makasih banget buat Idur yang udah share info tentang si kobra KW ini.

SAVE OUR SNAKE!
Jangan bunuh ular yaaaa......

You Might Also Like

5 komentar

  1. jadi nambah ilmu juga, mbak. makasih. ira

    ReplyDelete
  2. wah di aceh malah mitosnya klo ular masuk rumah, jangan di bunuh di dalam rumah kak.. tapi, klo sudah membahayakan gimana dong kak?

    ReplyDelete
  3. Aku belum pernah ketemu langsung sama ular cobra. Pernah lihat di TV saja. Paling serem lihat lehernya yang terkembang, langsung kebayang kalo ditelen bakal diremes2 di lehernya itu :D

    ReplyDelete
  4. kyyahhhh aku berinding mbak ... :3
    liat itu ularnya

    ReplyDelete
  5. Apapun itu, tetap aja kayaknya saya pasti panic kalau ketemu ular. Entahlah, dulu waktu kecil saya biasa saja terhadap ular. Bahkan sesekali pergi berburu ular dengan teman-teman ke sawah. Tapi sejak SMA tiba-tiba merasa geli kalau melihat ular. Kacau hahaha ...

    Btw untuk false cobra ini sifat bisa nya bagaimana? apakah seganas kobra juga atau sebaliknya?

    ReplyDelete