Menjemput Rindu di Pangandaran

Wednesday, February 20, 2019


Ada kerinduan tersendiri manakala kita harus terpisah jarak dan waktu dengan sahabat yang sebelumnya selalu dekat dengan kita. Sepertinya ini juga yang saya rasakan beberapa tahun belakangan karena harus terpisah jarak dengan Leo, sahabat baik yang selama ini paling setia menemani petualangan saya. Sekitar tiga tahun lalu ia harus berpindah dari Surabaya (Jawa Timur) ke Pangandaran (Jawa Barat), karena harus mengurus usaha homestay orangtuanya.

Lumayan lama juga baik Leo dan Elis, istrinya tidak berkabar. Terakhir hanya saling mengucap selamat lebaran tahun 2018 lalu. Sampai akhirnya minggu lalu mereka mengirimi foto-foto yang membangkitkan "hormon travelling" saya. Sahabat saya ini memang tahu betul cara memancing saya untuk datang. 

Bagaimana mungkin saya tidak terusik melihat foto siluet mereka bermain dengan anak-anaknya dengan latar belakang sunset di hamparan Pantai Pangandaran. Dan makin diperparah dengan foto - foto mereka bermain ombak Pantai Pangandaran, menyusuri indahnya Green Canyon di Batu Karas, dan sederet pesona lain yang seolah mewajibkan mata saya untuk melihat langsung kesana.


Nggak perlu berlama-lama untuk mikir, saya langsung mencari tahu bagaimana cara untuk menjangkau kawasan pesisir selatan Jawa Barat itu. Setelah saya browsing, ternyata ada dua rute yang bisa saya pilih untuk menjangkau Pangandaran. Rute pertama adalah Surabaya - Bandung - Pangandaran. Sedangkan rute kedua adalah Surabaya - Jogja - Pangandaran. Dengan pertimbangan jarak Bandung - Pangandaran (236 KM) dan Jogjakarta - Pangandaran (385 KM), akhirnya saya memutuskan untuk mengambil rute perjalanan darat ke Pangandaran lewat kota Paris van Java.

Segera saja saya switch layar smartphone saya mencari aplikasi yang selalu jadi andalan saya setiap akan travelling. Dimana semua akses transportasi serta akomodasi bisa saya dapat dengan mudah di dalamnya. Seakan terinspirasi lagu berjudul "Naik Kereta Api" yang sering saya nyanyikan di masa kanak-kanak dulu, di mana ada baris syair "ke Bandung - Surabaya", saya pun mulai mencari tiket kereta api tujuan Surabaya - Bandung. Ada banyak sekali pilihan kereta api yang ditawarkan, berdasarkan harga, kelas kereta, waktu keberangkatan, sampai bentuk perjalanan langsung atau berganti kereta. Saya hanya perlu memilih mana yang saya anggap pas dengan perjalanan, dan tentu saja isi kantong saya. 

Untuk tiket kereta api sekali jalan dari Surabaya ke Bandung, harga teemurah ditawarkan 270 ribu rupiah untuk kelas ekonomi, sedang untuk kereta api kelas bisnis harga tiket sekali jalan berkisar 350 ribu rupiah, dan untuk kereta api kelas eksekutif tiket dibanderol seharga 480 ribu untuk sekali jalan. Rata-rata waktu tempuh perjalanan kereta api dari Surabaya ke Bandung sekitar 12 jam sampai 14 jam.

Setelah menentukan pilihan kereta api, selanjutnya saya beralih ke akses untuk booking tiket bus yang akan saya naiki dari Bandung ke Pangandaran. Sebenarnya selain menggunakan bus, ada beberapa operator travel yang menyediakan jasa transportasi dari Bandung ke Pangandaran. Baik yang bersifat city hub maupun layanan antar jemput door to door. Akan tetapi untuk lebiih memberi kesan adventure dalam perjalanan saya kali ini saya memilih untuk menggunakan bus antar kota saja. 

Saya selalu teringat perkataan Leo yang pernah bilang kalau mau ke Tasik, Banjar, Ciamis dan ke tempatnya di Pangandaran, naik busnya P.O Budiman saja. Karena operator bus antar kota yang berpusat di Tasikmalaya dan telah beroperasi sejak tahun 1992 ini adalah primadona di trayek lintasan Tasikmalaya, Banjar, Karang Pucung, Ciamis, Cilacap, dan tentu saja Pangandaran yang menjadi tujuan saya. Selain berpengalaman melintasi track pegunungan yang mendominasi jalur tersebut, banyaknya ketersediaan armada serta jadwal keberangkatan tentu saja bisa mempermudah perjalanan saya. 

Untuk tujuan Bandung - Pangandaran, jadwal bus Budiman dimulai dari Terminal Cicaheum dengan frekuensi pemberangkatan setiap satu jam sekali, mulai dari jam 6.30 pagi sampai terakhir jam 1.30 dini hari. Untuk harga tiketnya tersedia dua alternatif pilihan yaitu seharga 65 ribu rupiah untuk tiket bus non AC, dan 78 ribu rupiah untuk bus AC. Sedangkan untuk waktu tempuh dari Bandung ke Pangandaran sekitar enam atau tujuh jam dengan rute Bandung - Tasikmalaya - Banjarsari - Pangandaran. 

Jika perjalanan ini dilakukan siang hari maka kita akan disuguhi pemandangan khas pegunungan Jawa Barat. Sedangkan jika kita mengambil perjalanan di malam hari, itu artinya kita punya waktu yang cukup untuk istirahat tidur di dalam bus, sehingga keesokan harinya kita bisa lebih fresh menikmati indahnya hamparan pasir pantai, deburan ombak khas pantai selatan jawa sembari menanti moment indah tenggelamnya sang bola api di ufuk barat Pantai Pangandaran.


Hmmm... Rasanya seluruh imajinasi dan spirit saya sudah menggebu-gebu. Nggak sabar lagi menunggu hari keberangkatan untuk memulai petualangan ini. Membayangkan bertemu dengan sahabat yang tiga tahun terpisah, bermain di pantai bersama anak-anaknya, menyusuri indahnya Green Canyon di Batu Karas, menikmati kearifan lokal masyarakat di sana, dan tentu saja mengcapture setiap momen dan keindahan lewat lensa saya untuk kemudian saya bagikan lewat tulisan saya selanjutnya.


So.... Please stay there, cause i'll be coming over!!

Noted: Semua foto milik Leo Hermawan

You Might Also Like

4 komentar

  1. Keceee banget foto sunset-nya itu mba.. Gak heran jadi bikin pingin cus ke sana, ya, mba.. :D Aku dari dulu selalu penasaran sama Green Canyon, tapi belum ada kesempatan ke sana.. Semoga bisa ke sana dalam waktu dekat..

    ReplyDelete
  2. ah pangandaran.. kangen banget,, terakhir kesini waktu SMP,, sama keluarga.. pengen kesini lagi huhu..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
  3. Salfok sama sunsetnya. keren abis. huhuhu.... jadi pengen ke pantai juga mbak.

    ReplyDelete
  4. Waaah... pantainya asik banget deh keliatannya. Udah lama nggak main air di pantai, jadi pingin nih. Ditunggu cerita lanjutannya ya mbak... :D

    ReplyDelete