Piknik Asyik di Kebun Teh Wonosari Malang

Friday, February 17, 2017


Life is a journey, with problems to solve, lessons to learn, but must of all, experiences to enjoy

Tiap mudik, saya dan suami selalu menyempatkan untuk piknik rame-rame sekeluarga. Selain untuk refreshing, piknik rame-rame juga salah satu cara untuk mempererat tali silaturahmi. Pikniknya gak perlu jauh-jauh, sekadar sewa villa di Batu trus nginep rame-rame, atau sekadar keluar makan bareng aja udah seru banget kok.

Mudik beberapa bulan lalu, para krucil ngajakin nginap di Kebun Teh Wonosari, Malang. Sebelumnya kami pernah main kesini, tapi gak nginap. Nah mumpung waktunya pas, dan kebetulan ada kamar yang kosong, kami pun setuju. Beberapa kali kami mau nginap di sini waktu akhir pekan, tapi kamarnya selalu penuh. Nah ini mumpung weekday, tapi pas banget para krucil libur sekolah. 

Kebun teh Wonosari ini berada di perbatasan antara Kota Malang dan Surabaya. Tepatnya di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Udara di sini selalu sejuk. Maklum, karena kebun teh ini terletak di kaki Gunung Arjuno, berada pada ketinggian antara 950 - 1250 MDPL. Kebun teh Wonosari ini merupakan proyek dari PTPN XII. Makanya, tempat ini juga dikenal dengan nama Wisata Agro PTPN XII.

Viewnya bikin seger mata

Ngemong Bocah di Kebun Teh

Begitu tau kalau kami akan nginap di kebun teh, para krucil langsung hepi. Selain Lala dan Reva, kami juga mengajak 3 ponakan, Ais, Farrel, dan Farza. Orang tua mereka gak ikut, soalnya pada kerja. Jadi deh perjalanan kali ini judulnya saya dan suami ngemong bocah di kebun teh. Seru banget sih. Dan untungnya, anak dan ponakan kami asik-asik semua kalo diajak jalan. Bakat turunan ini mah kayaknya, turunan keluarga tukang melalak, hehehe.. 

Para krucil hepi banget

Sampai di kebun teh, para krucil langsung nodong minta berenang. Berhubung sudah masuk waktu makan siang, dan perut mulai menuntut haknya, jadi kami melipir makan siang dulu. Gak usah khawatir, di kawasan kebun teh ini banyak warung makan kok. Pilihannya beragam, dan harganya pun ramah di kantong. Sepiring makanan di sini harganya rata-rata antara Rp 8 ribu sampai Rp 12 ribu aja. Tapi waktu itu, berhubung bukan akhir pekan, dan bukan hari libur, jadi cuma beberapa warung aja yang buka. Warung-warung ini buka mulai pagi sampai jam 8 malam. Jadi buat yang menginap, gak usah khawatir kelaparan deh..

Pilihan makanannya banyak

Karena dijanjiin, abis makan bakal langsung diajak berenang, para krucil makan dengan lahap. Dan begitu makanan habis, mereka pada kompak langsung lari ke kolam renang yang letaknya memang tak jauh dari warung. Namanya bocah ya, emang paling gak bisa kalo dijanjiin sesuatu.. 

Kolam renang di tengah hamparan kebun teh

Kelakuan si kriwil

Nunggu air dari ember tumpah

Fasilitas Lain di Kebun Teh Wonosari

Tak hanya ada hamparan kebun teh, kebun teh Wonosari ini juga punya bermacam fasilitas. Jadi emang cocok banget dijadiin tujuan liburan bareng keluarga. 

Selain kolam renang, ada juga wahana sepeda air, taman bermain anak-anak, lapangan tenis, ATV, dan wall climbing. Para krucil pasti hepi kalo diajak main kesini. Eh, bukan krucil aja sih. Saya juga kok. 

Anak-anak hepi banget disini

Wahana sepeda air

Lapangan tenis

Ciee yang kangen manjat-manjat..

Menginap di Tenera Room

Ada banyak pilihan tempat menginap di Kebun Teh Wonosari ini. Mulai dari hotel, cottage, aula, hingga kamar-kamar biasa. Harganya tentu menyesuaikan. Buat yang datang berombongan dengan keluarga besar bisa memilih cottage dengan 2 atau 3 kamar. Yang termurah adalah kamar-kamar di Tenera Room dan Hevea Room. Harganya Rp 250 ribu/malam/kamar sudah termasuk sarapan pagi dan tiket masuk kolam renang untuk 2 orang.

Yang lagi pada nyantai di teras kamar

Kami menginap di salah satu kamar di Tenera Room. Ruangan kamarnya tidak terlalu luas, tapi cukuplah untuk menampung rombongan sirkus kami. Untuk tidur, kami cukup menambah 1 extra bed lagi. Perabotan di dalam kamar meski seadanya, tapi cukup lengkap. Ada 1 ranjang ukuran besar, 2 buah kursi lengkap dengan meja, lemari kecil, dan televisi. Semua perabotannya terbuat dari perpaduan bambu dan rotan. Termos air panas dan tea set pun tersedia di atas meja. Di dalam kamar tidak ada AC maupun kipas angin. Emang gak perlu ada sih, soalnya udara di sini udah dingin banget. 

Kamar di Tenera

Sewaktu check-in, ibu di meja resepsionis menawari kami untuk ikut paket tour pabrik teh. Harganya Rp 50 ribu per rombongan. Saya dan suami langsung tertarik. Tour pabrik teh ini bisa jadi sarana belajar yang menarik untuk para krucil. 

Mengintip Proses Pembuatan Teh 

Karena tournya adalah untuk melihat proses produksi teh, yang mana prosesnya dilakukan pada malam hari, jadi kami pun menyesuaikan. Para krucil yang sudah gak sabar, sejak abis makan malam udah ribut aja nanyain kapan tournya dimulai. 

Mau ikut keliling pabrik juga? Yuk!

Sekitar jam 10 malam, kami pun menuju resepsionis. Di sana sudah menunggu seorang staff yang akan mengantar kami keliling pabrik. Udara malam makin terasa menusuk. Untung kami gak lupa bawain jaket buat para krucil. Sebelum masuk ke dalam pabrik, kami diminta untuk berganti alas kaki dengan sandal yang sudah disediakan. Model sandalnya seperti sandal-sandal hotel pada umumnya.

Foto bareng mas pemandu di depan pabrik

Di depan pabrik ada beberapa alat yang bentuknya seperti kereta gantung, alat ini digunakan untuk mengangkut teh yang sudah ditumbang ke dalam pabrik. Proses penimbangan dan pengangkutan teh ini biasanya pagi hari. Jadi setelah dipetik, karung-karung berisi teh langsung dibawa kesini untuk ditimbang dan diproses. 

Proses pengangkutan teh setelah ditimbang

Proses selanjutnya adalah pelayuan. Waktu yang diperlukan dalam proses pelayuan ini adalah 8 hingga 12 jam. Hasil pelayuan yang baik adalah pucuk daun yang layu berwarna hijau kekuningan, tidak kering, tangkai mudanya menjadi lentur, dan aromanya khas. 

Proses pelayuan daun teh

Setelah proses pelayuan, daun-daun teh kemudian digiling dan dicincang menggunakan mesin sampai halus. Proses ini biasanya berlangsung selama 90  sampai 120 menit. Daun-daun teh yang telah digiling halus kemudian dikeringkan pada suhu 90-95 derajat selama 20 menit. Sampai pada tahap ini sebenarnya teh hitam sudah jadi. Tapi rupanya masih harus disortir lagi untuk memisahkan teh berdasarkan warna, ukuran dan berat, sehingga sesuai dengan standar mutu nasional maupun internasional. 

Seorang ibu bekerja menggiling teh

Daun teh yang sudah halus

Proses pengeringan

Ini teh yang sudah jadi

Setelah melewati semua tahapan proses tersebut, baru daun-daun teh itu bisa dikemas atau dipacking. Teh hitam hasil produksi dari pabrik teh Wonosari ini diberi nama teh Rollaas. Dalam bahasa Jawa, rolas artinya dua belas. 

Teh yang sudah dipacking dan siap dikirim keluar negeri

Sudah larut malam ketika akhirnya tour pabrik teh selesai. Kami langsung kembali ke kamar, karena para krucil sudah mulai ngantuk. 

Melihat Para Pemetik Teh Beraksi 

Pagi-pagi sekali, sewaktu para krucil masih tidur, saya, suami dan Farel jalan-jalan menikmati udara pagi kebun teh. Rasanya seger banget. Sejauh mata memandang cuma hamparan kebun teh yang terlihat. Kebun teh Wonosari ini luasnya mencapai 1144 hektar. Lumayan bikin gempor kaki juga sih kalo dikelilingin. 

Jalan-jalan disini asik banget

Hamparan kebun teh berlatar Gunung Arjuno

Rasanya kami sudah berjalan cukup jauh sewaktu terlihat titik-titik berwarna biru yang bergerak-gerak di kejauhan. Tidak salah lagi, mereka adalah para pemetik teh. Titik-titik berwarna biru yang terlihat bergerak-gerak di antara hamparan daun teh itu adalah topi caping yang mereka kenakan. Dengan semangat kami bertiga pun berlari di antara pohon-pohon teh untuk menemui mereka. 

Para pemetik teh

Melihat kedatangan kami, para pemetik teh itu hanya tersenyum ramah sambil jemarinya terus bergerak lincah memetik pucuk-pucuk daun teh. Rata-rata usianya tak lagi muda. Mereka tinggal di desa-desa di sekitar kebun teh. Saya sempat mengobrol dengan seorang ibu pemetik teh. Beliau sudah puluhan tahun menjadi pemetik teh di sini, sejak beliau masih gadis hingga sekarang sudah mempunyai cucu. Menurut beliau, anak-anak muda sekarang sudah jarang yang mau bekerja di perkebunan teh, mereka lebih memilih merantau keluar kota mencari pekerjaan. Seperti anak-anak beliau yang memilih merantau ke Surabaya. 

Para pemetik teh bekerja

Ibu ini sudah puluhan tahun memetik teh

Dalam perjalanan kembali dari kebun teh, saya jadi mikir. Kalau generasi mudanya gak ada lagi yang mau kerja di perkebunan, trus siapa donk yang akan memetik pucuk-pucuk daun teh di sini nantinya?

Cieee yang pacaran di kebun teh...

Waktunya balik ke penginapan

Pertanyaan itu masih terus menggelayuti pikiran saya, hingga tak terasa kami sudah sampai di depan kamar. Reva dan Ais sudah bangun. Tinggal Lala dan Farza yang masih pulas. 

Lala dan Farza masih pules

Yang baru bangun langsung hepi minta difoto

Banyak spot buat foto-foto

Nasi Goreng dan Secangkir Teh

Sudah lewat jam 8 pagi ketika akhirnya Lala dan Farza bangun. Gak pake mandi, cuma cuci muka dan gosok gigi, keduanya langsung semangat diajak sarapan. Sarapannya di Tea House. 

Tea House yang asri

Menu sarapannya cuma nasi goreng. Tapi kalau mau pesan menu lain juga bisa, ada soto ayam dan beberapa menu lain. Tapi gak gratis, hehehe.. Yang include dalam harga kamar cuma nasi goreng aja. 

Sarapan nasi goreng

"Ini teh yang tadi malam ya?" Tanya Lala sewaktu melihat saya menuang teh ke dalam cangkir.
"Iya, ini teh yang sudah jadi.."
Dan para krucil itu pun berebut menyeruput teh.
"Hmmm.. Enaak!"

Yuk ngeteh!

Ini dia teh hasil produksi kebun teh Wonosari

Note: untuk reservasi kamar di Kebun Teh Wonosari atau yang dikenal juga dengan nama Wisata Agro PTPN XII bisa langsung meluncur ke http://reservasi.agro-ptpn12.com/

You Might Also Like

41 komentar

  1. Emang asri dan sejuk berada di kebun teh Wonosari ini. Kami belum explore semuanya neh, artinya harus ke sana lagi kapan2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nginep, Wan biar bisa explore semua.. Dulu kami juga gitu.. Gak puas keliling, akhirnya nginep..

      Delete
  2. Aku selalu suka kl liburan ke kebun teh, adeeeeemm. Tapi yg di sini blm pernah mba Dee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss! Aku juga selalu suka kebun teh, Manda...

      Delete
  3. Test Komen di Blog kakak yang femes ah. Mana tau naik DA PA ALEXA kayak yang dibilang kemarin di group :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahaha.. jangan terlalu mudah percaya gosip, Fie :D

      Delete
  4. wah.... postingan ini mengandung banyak "racun", ini bahaya :D , jadi pingin kesana ikuttour pabrik teh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe sama kayak postingan Robbi juga, mengandung bayak racun :D

      Delete
  5. Waaah, asik banget ya tour keliling kebun teh, tempatnya adem dan asik buat refreshing bareng keluarga.

    ReplyDelete
  6. gatal kaki kalo dah liat kebun teh.... racun racun kalo dah soal wisata ini mah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk piknik ke kebun teh di Sumsel kak...

      Delete
  7. Pengalaman tidur di sini tengah malam ada yang ngidupin petasan. Sontak kaget semua hahahahhah.

    Enaknya pagi bisa keliling naik mobil, atau sekedar naik kuda juga hahahahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe kebayang kagetnya mas.. Suasana malem di sini kan sunyi banget.. :D

      Delete
  8. Udaranya pasti seger..so pasti mata adem dengan hamparan teh yang berwarna hijau..apalagi menikmati keseruan mengelilingi kebun teh bersama keluarga tercinta..sesuatu banget mbak dee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Yung.. Suasananya itu yang bikin betah...

      Delete
  9. Selalu suka suasana kebun teh
    Terasa adem dan menyenangkan

    ReplyDelete
  10. Hai mbak. Aku dulu sering ke erkebunan teh di Malang. Tapi udah lama banget. Semoga bisa ke sini. Pengalamannya menyenangkan ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lebih terasa menyenangkan, soalnya pergi ama keluarga tercinta.. :)

      Delete
  11. Asyik ya mbak tempatnya.... Saya juga pernah bbrp Kali ke kebun teh tapi waktu lajang dulu bangets saat sma... Hehehe.... Gak punya fotonya. Untung baca tulisan ini jadi teringat de....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu tandanya disuruh piknik lagi mbak :D

      Delete
  12. Replies
    1. Iya, cuaca disana emang adem.. ngeliat yang ijo ijo makin lebih adem..

      Delete
  13. Saya udah beberapa kali ke sini, enak adem udaranya. Tapi udah lama banget sih nggak kesini lagi, lebih sering ke Batu sekarang, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini salah satu tempat favorit kalo saya mudik ke Surabaya :) Batu juga sih...

      Delete
  14. Di Bandung banyak kebun teh, tapi belum ada yang fasilitasnya selengkap ini nih. Jadi kepengin mampir. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah, yang di Malang ini fasilitasnya lengkap banget.

      Delete
  15. Asyiknya piknik rame-rame sama anak-anak ya! Beneran ngga sabar nih nunggu anak-anak gedean sikit biar bisa diajak jalan bareng!

    ReplyDelete
  16. Saya sering ke sini tapi belum pernah nginep nanti dicoba deh

    ReplyDelete
  17. Nah tempat yg begini nih yg slalu aku suka. Sejuk, daerah gunung, banyak hijau2 :D. Makanya aku ga suka pantai mba, soalnya panas. Enakan k kebun teh ato daerah gunung.. :). Kapan2 kalo ke wonosari aku mau jg ah nginep di sana mba. Cakep pemandangannyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss! Aku sama suami juga paling suka ke tempat2 yang adem seperti ini. Maklum, tinggal di Batam yg dikelilingi laut, jadi kangen ama suasana begini..

      Delete
  18. tertarik ngintip proses pembuatan teh nya 😍

    ReplyDelete
  19. Kira kira mudah gak mbak kesana pakai angkutan umum?

    ReplyDelete