Postcrossing | Pengalaman Pertama Seru dan Bikin Salting

Wednesday, November 20, 2013



Akhirnya aku terjerumus juga!
Setelah sekian lama aku cuma asik menyimak cerita-cerita si Omnduut aka Yayan tentang serunya ber-postcrossing, akhirnya aku ikutan bikin akun juga di postcrossing.com. Entah sudah ada berapa orang yang berhasil dijerumuskannya. Tapi yang jelas, aku justru sangat berterimakasih ama dia... :)
Awalnya sih aku kira ini semacam situs jejaring sosial lain, yang mana kita kudu nge-add sejumlah temen, baru kemudian diajak tuker-tukeran postcard. Tapi ternyata aku salah.

Postcrossing justru ngajak kita saling berkirim postcard dengan orang yang sama sekali tidak kita kenal sebelumnya. Terdengar menarik!

Pertama-tama, setelah aku bikin akun di sana, aku bisa request maksimal 5 alamat untuk aku kirimin postcard. Aku dapat 3 alamat di Jerman, dan 2 alamat di Russia. Dari tiap alamat yang aku dapat itu aku dapat nomor ID yang berbeda. Yang mana nantinya, nomor ID ini harus aku cantumkan di postcard agar si penerima nanti bisa meregister postcard-ku.

Nah setelah postcard-ku diregister oleh si penerima, barulah postcrossing akan mengirimkan alamatku secara random ke anggota postcrossing lainnya. Begitu aturan mainnya.
Aku semangat banget setelah mendapat 5 alamat yang bakal aku kirimin postcard. Langsung aku mulai berburu postcard di Batam. Mulai dari tobuk Gramedia yang cuma ada satu-satunya di Batam sini, sampe ke toko-toko pusat oleh-oleh. Nihil! Semua gak ada yang jual postcard. Beberapa orang malah bingung waktu aku tanya jual postcard ato enggak?
"Waduh, mbak... Sekarang udah gak jaman pake kartu pos..."
Aku cuma nyengir. Jadi nyesel, kenapa tiap jalan aku gak pernah beli postcard ya?

Akhirnya aku memutuskan untuk mencetak postcard sendiri, mumpung punya banyak stok foto jalan-jalan kan ya? Lalu mulai deh aku menyortir foto-foto perjalananku, mencari yang kira-kira layak untuk dicetak menjadi postcard.

Setelah dapet puluhan gambar, mulai deh aku berburu digital printing di Batam. Info dari beberapa blog yang aku baca, di digital printing dari kertas ukuran A3, kita bisa dapet 8 lembar postcard. Harganya sekitar 13ribu rupiah per lembar (per lembar A3, bukan per lembar postcard). Tapi..., setelah aku coba di beberapa digital printing yang ada di Batam, ternyata tidak semudah itu, sodara!

Di Gajah Mada Digital Printing Batam bisa cetak postcard, tapi itungan kertasnya bukan pake A3, melainkan dihitung permeter. Harga per meternya 130ribu. Awalnya sih aku OK. Kan lumayan tuh, 1 meter paling gak bisa dapet lebih dari 50 lembar postcard. Tapi ternyata, mereka gak bisa nge-print bolak-balik. Jadi nanti bagian belakang postcardnya cuma polosan aja. Akhirnya gak jadi cetak di situ.

Nemu lagi digital printing yang lain, namanya Global Creative. Mereka bisa cetak postcard, tapi minimal harus cetak 100 lembar postcard. Dan 1 lembar postcardnya dihargai 8ribu rupiah. Waduh...! Bisa bangkrut saiah... :D Akhirnya gak jadi juga nyetak di sini.

Karena aku udah terlanjur request alamat, jadi aku harus bertanggung jawab donk ya... Aku harus mengirimkan postcard! Terpaksa deh pake postcard koleksiku, postcard series Denpasar old town memories.

1 paket isinya ada 12 postcard. Aku dapet postcard ini gratis di acara pameran pariwisata yang ada di Batam. Akhirnya aku ambil 4 lembar buat aku kirim (3 lembar untuk teman postcrossing, 1 lembar aku kirim ke Yayan. Swap ama postcard gambar Air Terjun Bedegung punya dia) Trus yang 2 orang lagi aku kirimin postcard bergambar dolphin yang aku beli waktu jalan-jalan ke Singapurbulan kemaren.

Nah, waktu aku ke kantor pos mau ngirim postcard-postcard itu juga ada kejadian lucu. Setelah melewati antrian yang cukup panjang, aku bilang ke petugasnya kalo mau beli perangko.

"Perangko atau materai?" si mas petugas posnya menegaskan, seolah aku gak bisa membedakan antara perangko dan materai. 
"Perangko." Jawabku mantap. 
Si mas petugas terlihat bingung, kemudian menjawab, "Adanya cuma perangko 5ribuan, mbak."
"Iya, mas. Gakpapa. Saya beli 8."
Trus si mas petugas ngomong ke bapak petugas yang ada di sebelahnya, "perangko, pak.." sambil nunjuk ke arahku.
Si bapak yang ditegur langsung ngeliatin aku dengan pandangan yang sepertinya heran. "Beli perangko, mbak?"
"Iya, pak. Saya mau beli perangko." aku menegaskan sekali lagi.
Beberapa orang yang lagi ngantri di kantor pos ikut-ikutan ngeliatin aku. Sumpah deh! Baru kali ini rasanya jadi salting cuma gara-gara beli perangko doank... Gimana gak salting, kalo diperhatiin ama semua orang yang ada di kantor pos itu. Seolah yang aku beli itu barang terlarang... *tepok jidat!
Setelah aku beres menempelkan semua perangko ke postcard, aku balik lagi ke si mas petugas.
Sambil mengacungkan 6 lembar postcard di tangan aku menanyakan, "tapi di sini bisa kirim kartu pos kan, mas?"
Si mas petugas pasang senyum, "bisa kok, mbak..."
"Memangnya di sini udah jarang ya mas yang beli perangko?" aku mendadak kepo.
"Bukan jarang lagi, mbak.. Hampir nggak ada malah..." si mas petugas kembali pasang senyum.
Kantor pos ini memang selalu rame. Tapi yang bikin rame itu bukan mereka yang mau berkirim surat atau membeli benda-benda pos. Ramenya itu ama mereka yang melakukan transaksi western union, bayar air, bayar listrik, sampe bayar cicilan rumah atau motor.

Ternyata ber-postcrossing itu memang seru banget. Sampe-sampe proses pencarian kartu dan proses mengirimkannya juga seru dan bikin salting. Sepertinya kegiatan berkirim surat dan kartu pos memang harus diaktifkan lagi nih... Sebelum kegiatan yang satu ini menjadi benar-benar punah.

Dan sekarang, setelah 6 lembar kartu pos perdana kukirimkan, aku tinggal menikmati sensasinya harap-harap cemas menunggu kartu pos yang akan sampai ke rumahku. Kira-kira… dari negara mana ya?

You Might Also Like

20 komentar

  1. Aaa, sampai dibikin jurnal khusus :) senangnyaaa... semoga makin banyak yang terjerumus di postcrossing ya mbak Dee :) ini cara sederhana untuk memperkenalkan Indonesia ke negara lain.

    Biar mendapatkan alamat yang beragam (dalam satu request tidak mendapatkan negara yang sama) caranya dengan cara : Di bagian profile, kolom "Check if you prefer to send to repeated countries simultaneously (does not affect the postcards you receive)." jangan dicentang. Jadi nanti begitu request secara bersamaan, negaranya beda semua :)

    Begitu kartu pos yang mbak Dee diregister oleh penerima, pada saat itulah kartu pos akan mulai berdatangan ke Batam. Nungguinnya memang lama dan bikin deg-degan, tapi begitu menerima rasa senangnya dahsyat hahahaha.

    Semoga kartu pos bedegung segera sampe ya mbak Dee :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Yan... aku baru ngeliat tulisan "Check if you prefer to send to repeated countries simultaneously (does not affect the postcards you receive)." itu setelah aku dapet 5 alamatnya.. *ketahuan banget gak jeli, dan asal main centang-centang aja... :D
      Gpp deh, buat pertama kali... hehehe...

      Iya, setelah ngirim jadi deg-degan.. Kira-kira kartu posku nyampe gak ya? Untungnya kemarin Yayan ngabarin kalau kartu posku udah nyampe di Palembang. senangnyaaa... :)

      Eh, sekarang tiap nyampe rumah sepulang ngantor kerjaanku ngecek ke penjuru teras, adakah kartu pos yang terselip di sana? hehehe... menunggu itu bukan menyebalkan, tapi juga menegangkan :))

      Delete
  2. Haha betul mbak Dee :) menunggu sesuatu yang menyenangkan memang seru.
    Sayangnya, gak ada sistem yang memungkinkan kita menerima kartu pos dari negara berbeda. So far, aku sudah menerima beberapa kartu pos dari Belanda, Rusia dan Finlandia. Pinginnya sih dapet yang dari Afrika atau Asia Tengah gitu hahaha. Tapi aku yakin nanti-nanti juga dapet ;)

    Salah satu bagian yang seru lagi itu baca komen orang yang menerima kartu pos kita ^^ ada yang nulis panjang lebar dan bilang bagus-tentang Indonesia ada juga yang lempeng aja bilang, "thank you" doang hahaha. Gakpapa deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku liat di gallery postcrossing, kartu pos dari Afrika cakep-cakep euy... Semoga bisa dapat kartu dari sana.. :)

      Hehehe.. masih bagu itu yang say thank you ya, Yan.. daripada malah gak kasih komen apa-apa... :D

      Eh, biasanya kamu kirim kartu pos pake perangko berapaan kalo kirim ke Eropa? Ini temenku yang akhirnya berhasil aku jerumuskan baru pulang dari kantor pos dan bilang, kalo mau kirim kartu pos ke Asia perangkonya 20ribu. Kalo ke Eropa 40ribu. Katanya itu bisa sampe sekitar 15 harian.
      Huaaa... lah kemaren semua aku samain pake perangko 5ribuan. Bakal kapan itu yak nyampe di sana? hehehe....

      Aku ngeliat tarif perangko itu juga di blog-nya postcrosser. Katanya kalo kirim ke Eropa pake perangko 5ribu aja udah cukup. Lah ini kok malah disuruh pake perangko 40ribu ya?

      Delete
    2. Ini salah satu kendala bagi postcrosser baru mbak Dee. Begitu nanya petugas yang gak paham langsung deh ditembak harga selangit hahaha :)

      Aslinya pengiriman postcard ke Eropa itu 7 ribu, ke US 10 ribu. Tapi tarif baru ini masih tidak diberlakukan merata ke seluruh Indonesia (ini segi 'positif' pegawai pos yang gak terlalu ngeh sama tarif hahaha). So, sekarang mau kirim kemana aja aku (dan banyak postcrosser lainnya) masih pake tarif lama 5 ribu ke semua negara di luar Indonesia. Asia bahkan 2500 (tp semua aku pukul rata 5 ribu). Dalam negeri 1000 sd 1500.

      Mbak Dedew (Dewi Rieka) sempet ragu dengan tarif ini, tapi pas dicoba 5 ribu sampe aja tuh hahaha :) nyiasatin petugas biasanya aku masukkan postcards ke kotak surat (tapi pastiin dulu kotak surat itu dicek berkala). Aku juga pernah kasih langsung ke petugas tapi berdebat dulu. "Saya lihat tarif di situs resmi PT Pos masih begini kok" dan biasanya mereka nurut hehehe.

      Yang pasti, jangan pernah kirim postcard ke LN lebih dari 10 ribu! mau ke kutub selatan juga 10 ribu :D

      Delete
    3. Iya, Yan... kemarin aku kirim juga pukul rata perangko 5000 semua... Akhirnya yang ke Palembang sukses nyampe dalam waktu 12 hari :D

      Akhirnya temenku gak jadi beli perangkonya... Kalo dia ngirim 5 postcard brati kudu ngeluarin duit 200ribu cuman buat perangko doank :D
      Dia mau coba kirim lewat kantor pos yang aku ceritain di sini.. Di kantor pos yang ini petugasnya masih ho-oh aja kita ngirim pake perangko 5ribuan... :)

      Delete
  3. Oh ya soal lama kartu pos sampe, hanya Tuhan dan pak pos yang tahu haha. Aku pernah kirim Palembang - Republik Ceko 11 hari loh :) Eropa lain seperti Belanda, Jerman rata-rata 2 minggu memang. Ke US juga cepet 10 sd 15 hari. Yang lama itu ke Rusia, Ukraina, Belarus (Eropa Timur) yang memang negaranya gede banget.

    Kalo Asia, Taiwan-China juga lelet :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ya bener banget... Hanya pak pos dan Tuhan yang tau kapan postcard-postcard kita bakal nyampe ke tempat tujuan :)

      Delete
  4. Di kantor pos Fanindo ada jual post card kok Dee, pernah beli banyak buat ikut lomba apa gitu, eh malah gak terpakai entah dimana sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di kantor pos Mitra mall jual postcard juga, teh... Tapi postcard putih yang gambarnya cuman kecil dipojokan itu. Yang di Fanindo postcard kayak gitu gak?

      Delete
  5. Aku juga newbie mbak di postcrossing, salam kenal yak!
    Aku juga 'buah' dari provokasi temen ngeblogku yang koar-koar muluk soal postcrossing, dan aky pun tergoda :D
    Mari mampir ke blogku, ditunggu ya :)
    http://hellofathia.wordpress.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mbak Fathia... :)
      Hahahaha.. ternyata kita sama-sama mudah tergoda ya...

      Sipp.. aku meluncur ke blog-nya yaa.. :)

      Delete
  6. waa... perjuangan banget ya, mba buat nyetak kartu posnya. selamat menunggu. saya juga kemarin baru dapat kartu pos lagi setelah berbulan2 nggak dapat sama sekali :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Yan... gak sabar nunggu kartu pos pertama dari postcrossing nyampe di rumah niih.... :)
      Ini serunya kirim-kiriman kartu pos ya.., soalnya kita sama sekali gak bisa ngelacak kartu kita udah sampe mana? Jadi emang bener-bener bikin deg-degan :)

      Delete
    2. Iya mbak Dee :) sama sekali gak bisa lacak kecuali si pengirim kirim pesan ke kita *aku pernah ada yang seperti itu* ^^

      Delete
    3. Maksudnya si pengirim ngabarin ke kita kalau dia ngirim postcard ke kita, gitu kah?

      Delete
  7. kadang ya jodohjodohan sama kantorpos daerah dengan kita.. ku pernah kirim via semarang, perangkonya 5000 saja tuh dan dalam negri 2500.. beda sama jakarta yang 2000 dan 4000 saja.. selamat semua tuh ku kirim ke official..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener mbak, di Batam juga gitu.... sama-sama kantor pos di Batam, suka beda kalo ngasih tarif...

      Delete
  8. Mbak, mau nanya dong
    Waktu jalan2 ke Singapore , beli prangko nya di mna ? Di kantor pos atau di mana gitu mbak ?
    Mohon banget ya balasan nya

    Trims ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Vonny... Waktu ke Singapur kemaren aku beli perangkonya di hotel tempatku nginep. Kebetulan mereka bisa bantu ngeposin sekalian.. :)
      Tapi aku pernah juga kok beli di kantor pos yang di Harbourfront ferry terminal...

      Delete