Mencoba Gerbong Priority Kereta Api Argo Wilis

Monday, September 23, 2019


Happiness is a journey, not a destination - anonymous

Sebagai penikmat perjalanan, seringnya saya lebih excited dengan apa yang saya temui dan alami di sepanjang perjalanan dibanding dengan apa yang akan saya lakukan di tempat tujuan. Itulah kenapa saya lebih suka bepergian naik kereta api, bus, bahkan kapal laut daripada harus naik pesawat. Rasanya, saya lebih rela menghabiskan berjam-jam bahkan berhari-hari di perjalanan daripada tiba-tiba dalam sekejap sudah sampai di tempat tujuan.

Semakin panjang waktu yang saya habiskan di perjalanan, akan semakin banyak juga cerita dan kejadian yang bakal dialami. Jadi inget perjalanan saya ke Maluku tahun lalu. Saya dan Choty sampai rela pindah-pindah dari satu kapal ke kapal lain, singgah di beberapa pulau dulu sebelum akhirnya sampai ke tempat tujuan kami, Banda Naira. Dan tau nggak, selama 5 hari di Banda Naira saya dan Choty lebih banyak tidur dan males-malesan di penginapan daripada jalan-jalan, hehehe..

Beberapa waktu lalu, sepulang dari liburan tipis-tipis di Bandung, saya sukses meracuni Manda yang berencana pulang ke Jogja naik pesawat supaya mau naik kereta api aja. Biar nyaman, saya mengajaknya mencoba kereta api Argo Wilis Priority. Kebetulan saya juga belum pernah naik kereta api priority. Jadi sepertinya ini kesempatan bagus. 

Dan benar saja. Ternyata kereta api priority ini emang nyaman banget. Sampai-sampai Manda kepikiran next time pengen ngerasain trip lancar dari Jogja ke Bandung naik kereta api priority bareng mas Elton, suaminya. 

Seperti Apa Sih Gerbong Priority KA.Argo Wilis?

Hari itu, jadilah saya, Manda dan Afit menjajal gerbong priority KA. Argo Wilis rute Bandung-Jogja. Dalam rangkaian KA. Argo Wilis, gerbong priority letaknya paling belakang. Dari tampilan luarnya yang berwarna merah maroon saja sudah terlihat beda dibanding gerbong-gerbong lainnya dalam rangkaian yang sama. 

Interior kereta pun dibuat beda dengan nuansa kayu dan lantai yang dilapisi karpet. Terlihat mewah dan nyaman. Satu gerbong hanya terisi 30 kursi, dengan jarak antar kursi yang cukup lapang. Jadi kalo mau ngerebahin kursi buat tidur, tidak akan mengganggu penumpang yang duduk di belakang kita. 


Pada masing-masing kursi penumpang sudah dilengkapi dengan meja lipat yang letaknya tersembunyi di sandaran lengan, bantal kecil, colokan listrik, serta Audio Video on Demand (AVOD) dengan LCD TV layar sentuh yang menyajikan bermacam hiburan pengisi waktu selama perjalanan. Di atas kursi juga tersedia kompartemen untuk meletakkan barang bawaan. Ya, seperti bagasi kabin di pesawat gitu deeh...


Yang paling saya suka di gerbong priority ini adalah mini bar yang menyediakan minuman seperti teh dan kopi secara gratis. Ruangan mini bar ini dilengkapi dengan jendela yang lebar, sehingga bikin acara #ngopiwithview jadi lebih asyik. Saya betah banget nongkrong di sini, bisa kerja sambil ngopi sepuasnya. Selama kurang lebih 7 jam perjalanan dari Bandung ke Jogja, saya menghabiskan 3 gelas kopi di mini bar. Itu doyan apa haus, mbak?


Fasilitas lain yang didapat oleh penumpang priority adalah makan. Menu makanannya terbilang lengkap. Tapi sepertinya menu makanannya tidak selalu sama. Mungkin tergantung jenis kereta dan rutenya juga. Waktu itu menu makanan yang saya dapat ada nasi putih, daging saus teriyaki, salad, puding, buah, brownies, dan air mineral. Gak lama setelah makan, petugas Train Attendant berkeliling menawarkan jus jeruk pada setiap penumpang. Mantap banget dah pelayanannya.


Dalam gerbong priority ini juga ada toilet yang secara tampilan beda banget ama toilet-toilet di gerbong kereta api pada umumnya. Toilet di gerbong priority bersih dan wangi cuy! Ukurannya juga cukup luas. Selain closet duduk, juga dilengkapi dengan wastafel dan cermin besar. Lumayan buat selfie, hahahaha...


Secara keseluruhan, kereta api priority ini cukup menyenangkan. Harganya memang lebih mahal dibanding kelas eksekutif, yaitu Rp 850.000/orang. Buat sebagian orang, dengan harga segitu mungkin lebih baik naik pesawat. Tapi kan balik lagi seperti yang saya bahas di awal tulisan ini. Kalau ingin menikmati sensasi perjalanan mewah ber-kereta api, sepertinya gak ada salahnya mencoba kenyamanan kereta api priority. Dan setelah mencoba sekali naik kereta api priority, sepertinya lain waktu saya akan mencobanya lagi. Nagih euy!

You Might Also Like

21 komentar

  1. Fasilitasnya nyaamn banget ya Mba
    Makanan di KAI endolitaaa
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  2. Nyaman sekali mbakkk berada di gerbong priotity nyaaa 😍😍😍😍

    ReplyDelete
  3. Waaa..nyaman bangeeeet.. Duh kapan ya aku bisa nyobain juga..hehe..

    ReplyDelete
  4. Dari segi harga tiket memang lumayan mahal tapi sebanding dengan kenyamanan yang didapatkan. Lagi pula naik kereta api itu pada dasarnya menyenangkan banget. Pencinta kereta akan bahagia bisa menaikinya. Kereta idaman yang maksimal.
    Banyak, loh, orang yang gak suka naik pesawat terbang padahal mereka kalangan berada, jadi adanya gerbong priority seakan mengisi pasar yang kosong itu. Langkah cerdas menurut saya. Saya juga jadi pengen, he he. .

    ReplyDelete
  5. pas saya bolak-balik naik kelas eksekutifnya argo wilis, memang terbersit keinginan untuk mencoba kelas priority. ternyata layanan memuaskan ya... jadi makin tertarik nih buat nyobain :d

    ReplyDelete
  6. Pakai kereta api bisa senyaman ituuuu. Kalau mau coba meski agak mahal ya oke aja ya Mbak. Gak rugi juga karena fasilitasnya oke

    ReplyDelete
  7. Nyaman sekali tempatnya ya, mbak :)
    Jadi betah selama perjalanan. Bersih juga toiletnya :)

    ReplyDelete
  8. Sama seperti orang bilang ke saya dan keluarga kok mau maunya naik gunung terus?

    Mereka tidak tahu, perjalanan yg kami nikmati. Da kalau puncak mah dimana mana juga gitu gitu aja. Cuma yg bikin beda itu ya pengalaman kami di perjalanannya itu...

    ReplyDelete
  9. Udah lama banget aku gak jugijagijug naik kereta api. Mau nyobain juga sensasi kereta mewah gini. Meskipun harga tiketnya lumayan bikin sesak napas, tapi sesuai dengan fasilitasnya yaaa

    ReplyDelete
  10. Perjalanan bukan hanya cepatnya aja ya.
    Tapi menikmati pengalaman selama menempuhnya dan tentunya ditemani dengan fasilitas seperty yg ditawarkan oleh gerbong priority ini.

    ReplyDelete
  11. Jadi pengin lagi tamasya pakai kereta Argo Wilis Priority, beda euy, ga capek sama sekali...

    ReplyDelete
  12. Aih pengen jg nih sesekali menikmati perjalanan mewah spt ini... Hehe... Walau dr segi wkt mending naik pesawat sih ya..tp kalau mmg nyantai n mau enjoy perjalanan boljug nih .

    ReplyDelete
  13. Kalau fasilitas KA nya seperti ini siapapun pasti nyaman dan betah melakukannya perjalanan yah, keren deh

    ReplyDelete
  14. Huaa keren banget itu gerbongnya ,, bener-bener super nyaman ya fasilitasnya jadi perjalanan jauh ga sakit2 badan banget gt.

    ReplyDelete
  15. Kalau gerbongnya kayak gini mah, seminggu juga aku rela. Kelihatannya nyaman banget

    ReplyDelete
  16. Udah lama banget enggak naik KA mbak, waktu lihat fasilitas gini perjalanan jauh sekalipun jadi nyaman banget ya mbak.

    ReplyDelete
  17. Kayaknya asyik banget naik ini, beda ambiancenya sama kereta eksekutif biasa, adem gitu yaa mba..

    ReplyDelete
  18. MasyaAllah nyaman banget kakak.
    Pro banget ini ya, leluasa dan keren banget keretanya
    aku belum pernah. Paling banter naik Ekonomi hahaha

    ReplyDelete
  19. Wah enaknya. Tapi kayaknya paling enak siang ya, kalau malem pemandangan nggak kelihatan jadinya tidur mulu, nggak bisa menikmati fasilitasnya dong. Dasar aku, nggak mau rugi. heheheheh

    ReplyDelete
  20. Wuihhh pantes nyaman banget mba. Harganya worth itlah yaa dgn fasilitasnya

    ReplyDelete
  21. Aku juga public transport enthusiast dan pecinta momen perjalanan, mbak. Tapi buatku, mau naik apa aja nggak masalah, selalu ada antusias saat naik maskapai baru, rute baru, dan mendarat di bandara baru. Bandara itu asyik buat dieksplor juga lho, hehe. Selama penerbangan, kita bisa "eksplor" fasilitas maskapai. Bagiku ini adalah sebuah keuntungan, karena aku jadi bisa menikmati semua tipe perjalanan. Kembali lagi dengan budget dan waktu yang tersedia :)

    Tapi yes, untuk perjalanan di dalam satu negara atau antar negara, aku selalu usahakan naik kereta daripada bus atau pesawat terbang.

    ReplyDelete