Leebong. Pesonanya Bukan Sekadar Omong Kosong

Tuesday, August 01, 2017


Pulau Leebong. Pertama kali dengar nama tempat ini dari postingan mbak Rien tahun lalu, saya langsung penasaran. Dalam bayangan saya kala itu, Pulau Leebong ini adalah tempat yang pas untuk sekadar 'kabur' dari segala rutinitas. Gambaran tentang pulaunya yang sunyi namun memiliki fasiltas lengkap membuat saya jatuh hati. Apalagi melihat penampakan rumah pohonnya. Duh! Itu kan rumah impian masa kanak-kanak saya bangeeet. Jadi begitu diajakin untuk liburan di Pulau Leebong, tanpa pake mikir saya langsung ho-oh. Abis ho-oh baru nyadar cuti udah limited. Huahaha.. derita lu!

Mendung masih bergelayut di langit Belitung sewaktu kami sampai di Pelabuhan Tanjung Ru. Suasana di pelabuhan yang ada di Desa Pergantungan, Kecamatan Badau, siang itu terlihat sepi. Kami berjalan beriringan meniti pelantar kayu.

Baca tulisan sebelumnya: Belitung Berselimut Mendung

Kami di pelabuhan Tanjung Ru. Foto by: Darmawan

Di ujung pelantar sebuah kapal kayu berukuran sedang sudah menunggu. Siap membawa kami ke Pulau Leebong. Hanya perlu waktu sekitar 15 menit untuk menyeberang dari pelabuhan Tanjung Ru ke Pulau Leebong. Deket banget. Rasanya baruuu aja duduk di bangku kayu kapal, eh tau-tau kapal udah merapat di dermaga Pulau Leebong.

Sampai di Pulau Leebong. Dok. Katerina

Sambutan Hangat di Pulau Leebong

Hepi. Itu yang pertama saya rasakan sewaktu menjejak dermaga kayu Pulau Leebong. Mimpi setahun kemarin terwujud hari ini. Hamparan putih pasir Pulau Leebong sudah di depan mata. Air laut di sekeliling pulau yang berwarna hijau tosca kebiruan terlihat jernih dan tenang. Manggil banget untuk diceburin.

Saya dan Lala di dermaga kayu Pulau Leebong

Welcome to Leebong

Yeeaay.. Kami di Pulau Leebong

Beberapa orang staff lelaki dari Pulau Leebong menyambut kami ramah, dan langsung membawa kami ke restoran. Sambutan yang bukan cuma hangat, tapi juga penuh pengertian. Tau aja kalo kami udah lapar, hehehe.. Mana cuacanya lagi mendung-mendung gimanaaa gitu. Bikin rasa lapar makin menjadi-jadi. 

Tapi rupanya bukan itu aja sambutan dari Pulau Leebong. Pak Toto, Direktur PT. Leebong Octa Samasta, bersama Jeffry owner dari Picniq Tour & Travel, juga Darmawan ternyata sudah menyiapkan banner lengkap dengan foto-foto kami ber-10. Huaaa.. surprise! Makasih banget atas sambutannya. Btw, makasih juga udah milih foto saya yang bagus untuk dicetak gede di banner. *grin....

Foto bareng banner dengan foto narsis

Jeffry, pak Toto & Darmawan. 

Makan Siang Nikmat di Pulau Leebong

Aroma makanan yang sudah tersaji di atas meja sungguh menggoda. Siang itu ada sup bakso ikan, ayam kecap, ikan ayam-ayam bakar, cumi goreng tepung, kepiting goreng, tumis kangkung, dan ikan pepes khas Pulau Leebong. Untuk minum, tersedia free flow air putih, kopi, atau teh.

Foto bareng di resto Pulau Leebong. Dok. Katerina

Kami pun langsung ambil posisi masing-masing. Bukan buat makan, tapi buat motret. Hahaha gini banget ya yang namanya blogger. Biarpun perut udah lapar, tapi yang namanya foto-foto untuk konten tetep nomor satu. Jadi maklumin aja ya.. Kudu sabar kalo makan-makan bareng blogger. Soalnya acara foto-foto makanannya pasti bakal lebih lama dari makannya.

Baca juga Kulineran di Belitung

Perjuangan demi konten

Mari makaaan..

Aneka hidangan yang disediakan Pulau Leebong siang itu terasa nikmat. Makan pun jadi nambah-nambah saking enaknya. Laper atau doyan, mbak?! Yang jadi favorit siang itu adalah ikan pepesnya. Bumbunya terasa khas dan beda ama bumbu ikan pepes yang biasa saya makan. Ikan pepes Pulau Leebong ini menggunakan ikan sulir yang setelah dibumbui kemudian dibungkus daun simpor, kemudian dilapis lagi dengan aluminium foil. Paduan kunyit dan nanas bikin citarasa si pepes jadi unik sekaligus enak di lidah.

Ikan pepes khas Leebong

Arena Bermain yang Bikin si Kriwil Hepi

Habis makan, Lala langsung lari ke tempat bermain yang ada di samping restoran. Jadi sambil makan, saya tetap bisa mengawasi Lala. Enaknya liburan di Pulau Leebong ini. Fasilitas yang ada di sini bukan cuma memanjakan orang dewasa, tapi juga bikin betah anak-anak.

Lala main ayunan

Meski nggak luas, namun arena bermain anak di Pulau Leebong cukup lengkap. Selain ayunan dan perosotan, juga ada tangga-tangga untuk melatih ketangkasan anak-anak. Macam-macam cetakan untuk bermain pasir pun lengkap tersedia. Jadi si kecil gak mungkin bosan bermain di sini. Siang itu Lala nyobain semua permainan yang ada.

Playground di Pulau Leebong

Di tepi pantai, para tamu Pulau Leebong mulai asik bermain. Ada yang berenang, main kano, paddle board, atau sekadar naik pelampung berbentuk bebek-bebekan. Semua fasilitas itu free dan sudah termasuk dalam paket liburan ke Pulau Leebong. Langit siang itu semakin kelabu, tapi suasana di Pulau Leebong tetap penuh tawa.

Semua permainan dicobain

Menghabiskan Sore di Pulau Pasir Burung

Sehabis makan, kami diajak jalan-jalan ke Pulau Pasir Burung yang juga dikenal dengan nama Pulau Pasir Timbul. Dinamakan demikian, karena di pulau ini sering terlihat banyak burung. Dan pasir di pulau ini baru akan timbul atau terlihat kalau air laut sedang surut. Kalau air pasang pulaunya hilang. Ajakan ke Pulau Pasir Burung ini bikin kami semua hepi, kecuali Lala. Si kriwil ini rupanya masih betah main di playground. Tapi waktu saya bisikin, kalo dia boleh berenang di pulau nanti, langsung deh dia jadi yang paling semangat. Dasar bocah!

Naik kapal ke Pulau Pasir Burung. Dok. Katerina

Pulau Pasir Burung dapat ditempuh dengan waktu sekitar 10 sampai 15 menit naik kapal dari Pulau Leebong. Mendekati Pulau Pasir Burung, kami pun dibuat takjub dengan pasirnya yang terlihat seperti berkilau saking putihnya. Di bawah langit kelabu aja pemandangannya bisa secakep ini. Gimana kalo pas langitnya biru cerah ya?

Gazebo di Pulau Pasir Burung

Dari atas dermaga saya cuma bisa takjub menikmati hamparan pasir putih Pulau Pasir Burung ini. Di atas hamparan pasir yang luas itu cuma ada dua buah ayunan dan hammock. Dengan gak sabar kami pun turun, dan melompat-lompat excited sewaktu menjejak pasir putihnya yang halus banget seperti tepung yang baru diayak. Sukaaaaaa!

Lala langsung hepi.. Foto by: Elton

Semua langsung asik sendiri-sendiri. Main ayunan, santai di hammock, sesi pemotretan, juga main paddle board. Lala langsung asik cebur-cebur. Bocah kriwil itu hepi banget bisa lari-larian di pasir yang putih, bersih, dan luas. Darmawan mengabadikan kegembiraan kami sore itu lewat drone yang sengaja dibawanya.

Lala nyantai di dermaga Pulau Pasir Burung

Main ayunan. Foto by: Katerina

Tami nyantai di hammock 

Lala main paddle board

Jatuh dari paddle board dan tetep hepi. Foto by: Elton

Kami gantian menjajal keseimbangan naik paddle board. Naik, jatuh terbalik, tertawa, naik lagi, jatuh lagi, tertawa lagi. Pokoknya rasanya hepiii banget. Pulau Pasir Burung yang kosong ini serasa jadi pulau pribadi kami. Puas banget rasanya bisa lompat-lompat, guling-guling dan tertawa bahagia. Thanks God! Liburan kali ini sungguh luar biasa...

Baca juga Serunya Island Hopping di Belitung

Menikmati Pulau Pasir Burung. Dok. Katerina

Jump! Foto by: mas Arif

Kami hepiiiii... Dok. Elton

Menyusuri Hutan Mangrove

Air laut mulai pasang sewaktu kami berjalan kembali ke dermaga. Waktu kami sampai tadi, airnya hanya setinggi betis. Tapi waktu kami balik, airnya sudah setinggi paha. Jadi mau gak mau semua pasti basah. Ajakan pak Toto untuk menyusuri hutan mangrove sebelum kembali ke Pulau Leebong membuat kami excited.

Menyusuri hutan bakau

Hari sudah beringsut senja ketika kapal yang kami naiki bergerak perlahan menyusuri pohon bakau yang tumbuh subur. Hutan mangrove ini masih merupakan bagian dari Pulau Leebong. Menurut pak Toto, hutan mangrove di sini merupakan yang terbaik di Belitung, bahkan salah satu yang terbaik di Indonesia. Kenapa? Karena tanaman bakau di Pulau Leebong ini tumbuh di atas pasir. Dengan terumbu karang yang tumbuh subur di sekitarnya.

Di antara hutan bakau. Dok. Atanasia Rian

Kata pak Toto, kalau siang hari, terlebih pada saat air surut, karang-karang di bawahnya akan terlihat jelas dan cantik. Tapi sore itu pun kami bisa melihat jelas keindahan karang di sekitar pohon bakau dari atas kapal. Air di bawah tanaman bakau itu jernih banget, gak berlumpur seperti kalau bakaunya tumbuh di atas rawa. Semoga hutan mangrove ini terus terjaga kelestariannya.

Baca juga Di Balik Pesona Danau Kaolin Belitung

Nyamannya Villa Barata Bikin Mager

Badan gerah ditambah baju yang kotor dan basah bikin kami pengen buru-buru mandi. Kami para perempuan yang kebagian kamar di Villa Barata udah gak sabar. Sebelum berangkat, kami emang udah dikabarin kalau bakal nginap di Villa Barata. Hepi campur norak rasanya. Gimana enggak, Villa Barata ini harganya IDR 8.6 juta per malam. Pastinya kami penasaran donk.. Ada apa aja sih di dalamnya?

Tampak luar Villa Barata

Villa Barata ini terdiri dari 3 kamar. 1 kamar di lantai atas, dan 2 kamar di lantai bawah. Kamar yang kami tempati di lantai 2 Villa Barata luas banget. Bangunan villa, juga perabotan, didominasi dengan kayu sebagai material utama. Terkesan mewah dan hangat. Hujan yang turun semakin deras bikin kami mager untuk meninggalkan kamar. Habis mandi, kami malah asik bergelung di balik selimut. Nyaman pisan euy!

Kamar yang kami tempati di Villa Barata. Foto by: Tami

Di Pulau Leebong ini, kami tidurnya misah. Para perempuan di Villa Zara, para lelaki kebagian menginap di kamar VIP yang disediakan untuk tamu. Sementara mbak Rien dan mas Arief kebagian Villa Zara alias rumah pohon.

Rasanya udah bener-bener males mau jalan ke resto untuk makan malam. Kami semua udah pe-we di kamar masing-masing sambil menikmati minuman hangat dan camilan. Panggilan dari para lelaki yang sudah nunggu di resto pun kami cuekin.

Tapi akhirnya kami menyerah, sewaktu Darmawan dan Jeffry mengirim foto barbeque di grup WA. Cumi bakarnya manggil bangeeeet!

Dikirimi gambar begini ama Darmawan di grup WA

Sampe di resto dibikin surprise ama meja makannya yang didekor romantis. Yang bawa pasangan langsung mesem-mesem penuh arti. Saya mah fokus ama menu-menu yang udah disediakan aja. Selamat makaan!

Meja makan didekor romantis

Udang bakar

Cumi bakar

Habis makan malam, tamu-tamu lain pada milih balik ke kamar. Kami asik karaokean. Pulau Leebong memang menyediakan fasilitas karaoke di resto untuk para tamunya yang ingin menyumbang suara. Demi menjaga ketenangan para tamu, karaokeannya dibatasi sampai jam 10 malam saja.

Duet maut. Hayo tebak, mereka nyanyi lagu apa?

Malam itu kami semua tidur nyenyak ditemani suara hujan. Rencana bangun subuh untuk menikmati sunrise pun tinggal rencana. Hujannya awet, gak mau berenti sampai pagi. Jadilah kami kompakan memilih untuk melanjutkan merajut mimpi. Menikmati nyamannya tidur di Villa Barata. Ulasan tentang Villa Barata nanti saya tulis terpisah ya..

Pagi hujan, Lala asik tiduran di hammock depan kamar

Kejutan Special dari Pulau Leebong

"Di Pulau Leebong ini ada satu tradisi yang biasa kita kasih ke tamu-tamu yang menginap di sini. Semacam ritual sebelum sarapan." Kata Chris salah seorang guide dari Pulau Leebong sewaktu kami sudah duduk di resto. 

Kami masih menebak-nebak ritual apa kira-kira yang dimaksud, ketika seorang staff berkeliling membagikan satu gelas kecil berisi cairan berwarna coklat kemerahan pada kami. Semua mendapat gelas dengan cairan berwarna sama, kecuali mas Elton. Dia dapat gelas dengan cairan berwarna hitam.

Cairan kejutan dari Leebong

"Harus dihabiskan dalam satu kali tegukan. One shot. Ingat ya.. one shot!" Kata Chris lagi. 

Kami mengangkat gelas masing-masing. Masih menebak-nebak, kira-kira ini apa ya? Jamu? Teh? Sirup? Kok punya mas Elton beda? Itu kopi? Kok cuma mas Elton yang beda? Kalo kopi, saya juga mau donk... Pertanyaan-pertanyaan itu tak terjawab sampai ketika Chris memberi aba-aba. 

Ternyata gelas kami berisi teh. Dan gelas mas Elton isinya.... kecap asin! Belum hilang ekspresi kaget di wajah mas Elton karena menenggak minuman asin, dari arah pantry para staff Pulau Leebong keluar sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun untuk mas Elton. Surprise! Rupanya ini semua udah dirancang oleh Barbie dan Chris. Yeeeay! Happy birthday, mas Elton.. barakallah fi umrik. Senengnyaaaaa dapat kejutan ultah special dari Pulau Leebong. Apa kabar kecap asinnya, mas? Hahaha...

Happy birthday, mas Elton..

Cieeee yang abis minum kecap asin. Hahaha..

Tak ada kue tart, nasi uduk pun jadi

Explore Leebong di Bawah Guyuran Hujan

Hujan masih turun sejak pagi
Jangan berharap ada pelangi
Tapi kita tetap berseri
Di bawah payung warna-warni

Di bawah payung warna-warni

Pagi itu, meski hujan belum berhenti turun, kami tetap semangat untuk mengeksplore Pulau Leebong di bawah naungan payung warna-warni. Sayang kalau sampai harus melewatkan kesempatan untuk lebih mengenal pulau seluas 37 hektar ini cuma gara-gara hujan. 

Ternyata, Pulau Leebong ini menyimpan banyak kekayaan alam. Hutannya masih terpelihara. Banyak jenis tanaman yang baru pertama kali saya lihat wujudnya. Seperti pohon kayu putih, simpor, karamunting, jambu nasi, pinus teratai, juga pohon sikas.

Buah karamunting

Buah jambu nasi

Kami sempat mencicipi buah karamunting dan jambu nasi yang tumbuh subur di hutan Pulau Leebong. Buah karamunting rasanya manis. Sekilas mirip rasa buah keres. Kalau jambu nasi yang ukurannya emang segede nasi itu rasanya mirip jambu air, cuma yang ini lebih sepet. 

Akhirnya kami sampai di sisi lain Pulau Leebong. Sebuah pantai berpasir putih yang luas dengan tiga buah gazebo beratap warna merah, biru, dan kuning. Pantai ini namanya Pantai Cikas. Menurut Chris, dinamakan demikian karena di sekitar pantai ini kita bisa melihat tanaman sikas yang tumbuh dengan subur.

Tanaman sikas di Pulau Leebong

Pagi itu air laut sedang surut. Jadi kami bisa asik jalan-jalan sampai ke gazebo paling ujung. Meski hujan turun seharian, dan pemandangan di sekitar kami berwarna abu-abu, tapi Pulau Leebong tak kehilangan pesonanya. Terbukti, pesona Leebong bukan sekadar omong kosong belaka.

Pantai Cikas

Jump! Foto by: Primastuti

Saya jadi merenung. Di dunia ini, gak ada yang namanya kebetulan. Semua yang terjadi sudah masuk dalam skenario-Nya. Mungkin kali ini Tuhan ingin kami bisa menikmati Leebong dalam suasana yang tak biasa, bersama para sahabat yang luar biasa. Terima kasih Tuhan. Terima kasih semesta. Terima kasih Leebong..

Tetap menari di bawah guyuran hujan

Tertarik untuk liburan ke Pulau Leebong tapi gak mau nginap? Bisa kok.. Soalnya Pulau Leebong ini juga menyediakan paket wisata untuk Day Trip. Harga paketnya:

1 – 4 Pax 465.000 IDR per pax (join boat with other group and start from 10.00 WIB
5 – 9 pax 412.000 IDR per pax (private boat)
10 to up 372.000 IDR per pax (private boat)

Harga segitu sudah termasuk: Kapal PP, trip ke Pulau Pasir Burung, trip mangrove, makan siang full set menu, bebas menggunakan fasilitas di Pulau Leebong (volley, futsal, bike, kayak, paddle board, karaoke, playground)

Seru-seruan bareng temen-temen travel blogger di Pulau Leebong. Sebuah pulau kecil yang cantik di barat Belitung. Ngerasain nginep di villa yang harganya 8juta/malam. Main2 di Pulau Pasir Timbul yang pasirnya haluus banget kayak tepung baru diayak. Pagi, siang, malam makan seafood segar. Gimana gak betah? 😍😍 . . Selama kami di sana hampir tiap hari turun hujan, tapi alhamdulillah semua baik-baik saja. Tetap bisa explore Pulau Leebong pake payung warna-warni. Terima kasih Belitung, terima kasih Leebong ❤️❤️ _______________________________ Ngetrip bareng @travelerien @arifgwibowo @imasatrianto @eltonsatrianto @tomipurba @utamiisharyani @ratnadewime @trackpacking @atanasia_rian @totoleebongocta . . This amazing trip was organized by @leebongisland, @amazingbelitung, @belitungrent_muliarentalgroup , and @picniqtourbelitung _______________________________ #leebongisland #pulauleebong #visitbelitung #amazingbelitung #pulauleebong #savebelitung #goldenmuliatour #belitung #picniqtourbelitung #travelblogger #blogger #muliarentalgroup
A post shared by Dian Radiata (@adventurose) on


***

Ngetrip bareng Katerina (www.travelerien.com) | Primastuti Satrianto (www.tamasyaku.com) | Atanasia Rian (www.kulinerwisata.com) | Utami Isharyani (www.ranselsaya.com) | Dewi Ratnasari (www.ratnadewi.me) | Elton Satrianto (www.zonafotografi.com) | Tomi Purba (www.tomi.co.id) | Kurniawan Aji (www.trackpacking.com) | Arif G Wibowo (@arifgwibowo) | Lala (lalatheexplorer.blogspot.com)

Leebong Island
Leebong Island, Belitung - Indonesia
Telp: +62 21 5438 1355 , +62 21 5438 1356
HP: +62 812 9770 0776 (WhatsApp/LINE)
www.leebongisland.com

Mulia Rental Mobil Belitung
Jalan Veteran No. 1 Tanjung Pandan - Belitung
Telp: 0878 9778 8008, 0812 7324 691, 0719 21466, 0719 21579
www.muliarentalgroup.com

Picniq Tour Belitung
Telp: 081949555588, 081949222216
www.yourpicniq.com

You Might Also Like

29 komentar

  1. Pantainya cantik dan makanannya enak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bai.. Pasirnya itu loh.. Putih dan haluuuus banget 😍😍

      Delete
  2. Pesona Leebong sangat terasa dan terlihat dari tulisan yang sangat lengkap ini. Bacanya saja ikut bahagia. Apalagi kalau mengalaminya langsung. Aku masih ingin kembali ke Leebong.

    Pingin berdiri di atas paddle board seperti Lala. Pingin main ayunan lagi. Pingin santai2 di hammocknya. Pingin kulineran lagi. Pingin tidur lagi di villanya yang nyaman itu. Leebong memang luar biasa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak Rien.. Udah bikin penasaran ama Leebong. Gak heran kalo mbak Rien sampe jatuh cinta ama Leebong. Emang bikin betah suasananya. Pengen balik lagiii..

      Delete
  3. Ini kalau lagi gak mendung pasti istimewa banget kaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Aku liat foto-fotonya waktu langitnya biru itu keren bangeeeet..

      Delete
  4. Serunyaaaaa !!!
    gak bayangin pas bagian part makan kecap asin. Aku pernah salah ambil kecap asin dituangin ke sop aja rasanya aneeeeh banget. Apalagi kalo diminum, Hwakaka :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... Pasti jadi momen tak terlupakan tuh buat mas Elton 😁😁😁

      Delete
  5. Jujur ya, berat banget rasanya mau buka postingan ini. Takutnya aku mupeng bin iri hiks

    Dan benar saja, pesona pulau leebong terpampang nyata. Ditambah foto2 cantik dan serunya. Aku pengeeeeeeen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe maafkan aku, mbak Arni.. Pulaunya emang cakep sih. Jadi pengen balik lagi pas langit cerah. Kemaren belum dapet sunrise & sunset hehehe

      Delete
  6. Pulau pasir burung nya cocok buat foto post wedding sepertinya ya mbak sambil gendong gendong an sama pasangan..
    *soalnya kalo pra wedding bisa bahaya berduaan di tempat sepi 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya bener.. Kemaren itu yang dateng kesana pada bikin sesi foto post wedding 😁😁

      Delete
  7. Kebayang nikmatnya makan pepes sama nasi anget di pula Leebong. Lala calon petualang selanjutnya nih :D

    Hutan mangrovena bagus dan lebat ya mbak. Selain bagus buat pemandangan juga bagus utk menjaga pulau spy gk kena abrasi kali ya?

    TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget, Pril.. Semoga mangrove di Pulau Leebong ini tetap terjaga yaa

      Delete
  8. cakep tapi sayang cuacanya nggak bersahabat ya, kalau langitnya biru cetar banget itu kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Nan.. Cuaca mendung aja cakep. Jadi pengen balik lagi, ngarep cuaca cerah hehehe

      Delete
  9. Duuh cakep amat ya pulau Leebong, kudu balik Belitung lagi inii bawa bocaah2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah iya mbak.. Anak-anak pasti seneng kalo diajak ke Leebong. Ada playground. Trus pasir pantainya halus banget. Guling-gulingable 😁😁

      Delete
  10. Bagu banget mbak Dee potonya. Tapi kok saya fokusnya ke Lala ya. Paling suka liat Lala berdiri di atas paddle board dan pas ciprat air. Lucu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha seneng banget dia di sana 😂😂

      Delete
  11. Pantainya landai dan luas. Mirip-mirip pantai yang kami datangi minggu kemarin di Subang Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bang, luas banget! Jadi puas kalo main-main di sini..

      Delete
  12. Kece banget yak mba.. fasilitasnya lengkap gituh.. tapi lihat pantainya, kok rada mirip ama pantai Permata di Subang Mas sik? hehe..

    Boom focus: rambut keriting Lala yang didandan..haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha itu dia minta rambutnya dikepang, Chay.. Biar kayak Anna yg di Frozen katanya. Lol

      Delete
  13. Baca ini jadi nostalgia lagi, jadi laper lagi. Btw itu ayam bakar sama cumi bakar malam-malam di Leebong Resto enak juga lho. Aku ingat gadoin itu abis banyak, haha. Maklum lagi FC Mbak Dee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah, cumi bakar ama ayam bakarnya enak. Aku juga gadoin kemaren. Puas banget FC ya, Dew hahaha..

      Delete
  14. Bakal ngehits banget ini pulau Leebong ya. Keren abis dah.

    ReplyDelete