Kolaborasi KI Batam dan KI Tanjungpinang

Thursday, October 29, 2015


Untuk kedua kalinya Kelas Inspirasi kembali digelar di Kota Tanjungpinang, ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Hari Inspirasinya jatuh pada hari Kamis, 15 Oktober 2015. Dalam kesempatan kali ini, 13 orang relawan KI Batam ikut ambil bagian untuk mensukseskan kegiatan Hari Inspirasi di Kota Tanjungpinang. Selain saya, ada mas Ade, mas Andhi, Nuri, Mery, Widya, Wahyu, Dedy, Vije, Budi, Rinta, Dayu, dan Fitri. 

Karena kebetulan tanggal 14 Oktober merupakan hari libur dalam rangka memperingati tahun baru hijriah, kami para relawan KI Batam yang akan ikut ambil bagian di KI Pinang sepakat untuk berangkat di tanggal 14 Oktober. Niatnya sih sekalian refreshing, mau nyari inspirasi dulu sebelum menginspirasi, eaaaaa! Makanya suami saya dan Lala ikutan juga, kan sekalian liburan.. #numpangliburan

Di Grand Lagoi, Bintan
 
Ada 3 sekolah yang akan didatangi pada hari inspirasi di Tanjungpinang kali ini, yaitu SDN 008 Dompak, SDN 010 Dompak, dan SDN 009 Pulau Penyengat. Saya kebagian di SDN 008 Dompak. Menurut kesepakatan bersama, para relawan yang gak datang briefing day gak bisa mengajar di hari inspirasi, dan hanya akan bertugas sebagai panitia. Karena saya gak datang briefing day, jadi kali ini saya cuma akan jadi panitia aja. 

Tapi sewaktu dalam perjalanan menuju Lagoi, Erik, koordinator kelompok saya kirim pesan di WA. Mengabarkan kalau dia sakit, dan minta kesediaan saya untuk menggantikan dia mengajar di kelas. Saya pun menyanggupi. Untung saya bawa foto-foto kapal yang biasa saya gunakan sebagai alat peraga di dalam kelas. Malamnya saya dan teman-teman singgah di super market untuk beli beberapa alat tulis dan keperluan tambahan. 

Di Tanjungpinang kami numpang menginap di rumah Dedy, salah seorang relawan KI Batam yang punya rumah di Tanjungpinang. Makasih banget ya, Ded.. Udah nyediain rumahnya buat kami acak-acak. Seru banget. Sebelum adzan subuh udah pada ribut ngantri mandi. Soalnya kelompok yang kebagian di Pulau Penyengat, jam 6 pagi sudah harus siap di pelabuhan. Dan kelompok yang kebagian di Dompak juga harus sudah ngumpul di Stisipol. Jadi ya bayangin aja gimana riuhnya suasana subuh itu di rumah Dedy. Ada 14 orang yang memperebutkan 2 kamar mandi yang tersedia. 

 We are ready to be amaze

Hari itu, Kamis 15 Oktober 2015, sekitar 30 orang relawan baik dari KI Batam maupun KI Tanjungpinang siap berbagi inspirasi kepada adik-adik di 3 sekolah berbeda. Saya menyebut ini sebagai sebuah kolaborasi yang luar biasa indah. Berangkat dari latar belakang yang berbeda, namun mempunyai satu tujuan yang sama, ingin mengobarkan semangat dan membangun impian anak-anak Indonesia di manapun mereka berada. 

Jam 6 pagi rombongan kami udah stand by di Stisipol. Sambil nunggu teman-teman yang lain kami latian senam Gemu Famire. Rencananya senam ini akan kami jadikan 'pemanasan' di acara pembukaan di sekolah. 

 Foto bareng di Stisipol sebelum bergerak menuju sekolah masing-masing

Jam 7 kami pun bergerak ke sekolah masing-masing. Sempat ada drama dikit di kelompok kami, SDN 008 Dompak. Tapi alhamdulillah semua bisa teratasi dengan baik. Semua masalah yang terjadi hari itu justru bikin kami makin kompak. Saling bantu dan saling support dengan ikhlas. Yang kayak gini nih yang bikin saya makin jatuh cinta ama Kelas Inspirasi. 

 Acara pembukaan di SDN 008 Dompak

Kegiatan Kelas Inspirasi ini disambut baik oleh para guru dan seluruh siswa. Meskipun hari itu matahari di langit Tanjungpinang terasa menyengat, namun para siswa tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Hari Inspirasi. Wajah-wajah mungil penuh rasa ingin tau dan binar mata yang memancarkan semangat dari para siswa itulah yang membuat kami, para relawan semakin jatuh hati dan semakin bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi para calon penerus bangsa ini. 

Waktu acara pembukaan, kami ngajak semua murid senam Gemu Famire di lapangan. Ternyata SDN 008 Dompak punya senam Gemu Famire versi mereka sendiri. Jadinya malah kami yang ngikutin gerakan mereka. 

Setelah pemanasan, waktunya masuk kelas. Kali ini saya kebagian masuk di kelas 4 pada sesi pertama, dan di sesi ke-2 saya kebagian masuk di kelas 1. Alhamdulillah anak-anaknya terbilang aktif dan antusias banget nyimak apa yang saya sampaikan. Walau ada juga murid yang sampe berantem, tapi alhamdulillah semua masih bisa diatasi dengan baik, hehehe... 

 Bersama murid-murid kelas 4

Di kelas 4 saya sempat terharu waktu seorang murid bilang cita-citanya mau jadi penjual sayur. Dia bercita-cita begitu karena orang tuanya adalah petani. Cita-citanya mungkin sederhana saja, tapi bagi saya justru mulia banget. Karena anak ini justru ingin membantu usaha orang tuanya. Saya tersenyum mengaminkan.

Di kelas 1 lain lagi. Ada anak yang bercita-cita menjadi Transformers. Wow! Dan yang sempat bikin mata saya berkaca-kaca adalah seorang anak yang bercita-cita menjadi ayam. Saya bengong. Tapi anak ini dengan mantapnya menjawab saya mau jadi ayam! Jawabannya ini bikin mata saya berkaca-kaca, bukan karena mau nangis.. tapi karena saya nahan ketawa. Sumpah saya bingung harus gimana nanggepinnya. Saya cuma bisa mendoakan, agar jadi apapun kelak, semoga tetap menjadi orang baik.  

 Bersama murid-murid kelas 1

Setelah sesi mengajar di kelas selesai, seperti biasa para siswa akan menempelkan kertas bertuliskan cita-citanya di spanduk pohon impian yang sudah disiapkan oleh panitia. Selalu suka melihat momen ini. Semoga apa yang kalian cita-citakan tercapai yaa... Kemudian acara dilanjut dengan beberapa games di lapangan.

 Menempelkan cita-cita di spanduk pohon cita-cita

Senam trekjing 

Bermain kerang mutiara

Horeeee! dapet hadiah...

 Foto bareng murid-murid SDN 008 Dompak

Para relawan foto bareng para guru SDN 008 Dompak

Acara hari itu ditutup dengan makan siang bareng semua relawan di rumah makan lesehan Sri Gading Semarang yang ada di Jl. Sukarno Hatta, Tanjungpinang. Alhamdulillah.. Satu lagi cerita yang terukir bersama kalian, sahabat-sahabat luar biasa. 

Foto bareng di rumah makan Sri Gading Semarang
 

You Might Also Like

15 komentar

  1. Kalau aku jadi kamu, aku bakal nanya kenapa anak itu mau jadi ayam?
    Aah aku semakin deg-degan neh, menanti hari itu tiba he3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah kutanya, Wan.. Kenapa mau jadi ayam? Jawabannya ya itu terus.. Mau jadi ayam.. Makanya aku bingung... :D Sukses untuk KI Malang yaaa....

      Delete
  2. Wuah serrruuuu. Bulan depan aku juga ngisi di Kelas Inspirasi. Apa akan seseru ini, ya? :D

    ReplyDelete
  3. hihi ihwan deg-deg splash, enjoy it waan, KI itu menyenangkan dan menambah sodara baru ya mba dee...sukaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener, mbak Dew... Deg-degannya itu looooh yang bikin nagih, hahahaha...

      Delete
  4. Replies
    1. Aku jugaaaa... Love Kelas Inspirasi bangeeet!

      Delete
  5. Kak ... alasan nya pengen jadi ayam itu kenapa ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kutanya kenapa mau jadi ayam, jawabannya diulang-ulang terus... Mau jadi ayam...

      Delete
  6. Aku bakalan jadi inspirator lagi di KI3 Palembang dua minggu lagi, capeknya udah kerasa dari sekarang hahahaha

    ReplyDelete
  7. Kegiatan yang sangat positif mba. Sangat memberikan banyak manfaat untuk adek-adek disana. Dua jempol buat temen-temen KI :)

    ReplyDelete
  8. di medan ada KI ga mba? *hiyaa komen dr blog hehehe

    ReplyDelete
  9. Pingin ikut senam trekjingnya :))) Mirip breakdance gitu ya mbak? :D

    ReplyDelete
  10. Mbak daftar ikut partisipasi gmans y?

    ReplyDelete