Hujan-Hujan Enaknya Makan Soto Kambing

Saturday, March 20, 2021


"Hujan-hujan gini enaknya makan apa ya?" 
"Bakso?!"
"Hah?! Bakso lagi?! Tadi siang baru aja makan bakso. Masak sekarang bakso lagi.."
"Ya mumpung lagi di Malang kan?"
"Hehehe ya gak gitu juga kali."
"Trus apa donk? Ada ide? Atau ada yang lagi kamu pengenin?"
"Kita cari sambil jalan aja yuk!"

Akhirnya saya dan suami sepakat untuk keluar cari makan. Belum ada ide mau makan apa? Sejak nyampe Malang pagi tadi, kami berdua langsung sibuk ama kerjaan. Tadi sempat ganjel perut pake semangkuk bakso abang-abang yang mangkal di depan Indomaret seberang Museum Angkut. Abis itu balik lagi ngurusin kerjaan, tau-tau udah sore dan hujan sejak siang tadi. Kalo cuaca hujan begini paling enak sih menikmati makanan yang hangat dan berkuah. Sebenarnya bakso merupakan ide yang bagus, kalau saja kami belum makan bakso beberapa jam sebelumnya. 

Suami mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang membelah hujan yang turun sejak siang tadi. Kami asyik nyanyiin lagu-lagu rock classic favorit kami berdua yang mengalun dari tape mobil sambil menikmati jalanan yang terlihat lengang. Efek pandemi cukup terasa di Kota Apel ini. 

Yes! Soto Kambing!

Ketika melewati Jalan Raya Sengkaling, mata kami berhenti pada satu titik yang sama. Sebuah tulisan pada spanduk di pinggir jalan yang terlihat cukup menggoda, "Soto Kambing Sengkaling". Cocok! Semangkuk soto kambing sepertinya merupakan pilihan yang tepat untuk menghangatkan sore yang basah dan dingin. 


Suasana di dalam warung itu terlihat sepi, hanya ada 2 orang pembeli yang terlihat sedang asyik menikmati soto pesanannya. Saya dan suami masing-masing memesan seporsi soto kambing dengan lontong. Kalau merasa kurang nampol dengan lontong, bisa kok pesan soto dengan nasi. Kalau kata saya sih, soto kambing ini cocoknya disandingkan dengan lontong. Eh, tapi balik lagi ke selera yaa.. 

Seporsi soto kambing berisi irisan daging dan jeroan kambing, toge, seledri, koya yang terbuat dari kelapa sangrai, dan kuah soto yang bening dan light. Sebagai pendamping soto, bisa pilih nasi atau lontong. Makin nikmat kalau ditambah perasan jeruk nipis dan sambal. Kalau saya dan suami selalu minta tambah jeroan. Untuk minumnya, saya pesan jeruk nipis hangat dan suami pesan teh tawar hangat. Perfecto! Cocok banget dinikmati di tengah cuaca dingin seperti sore itu. 


Oiya, satu lagi yang khas dari Soto Kambing adalah pikulannya. Mau jualannya di warung permanen, di pinggir jalan, atau di warung tenda, tetap pakai pikulan. Jadi penjualnya meracik soto ya di pikulan itu dan langsung di depan pembeli. Kayak udah jadi ciri khasnya Soto Kambing gitu..


Soto Kambing, Kuliner Malang yang Wajib Dicoba

Mencari penjual soto kambing di Malang memang tak semudah menemukan penjual bakso, yang kayaknya hampir di setiap sudut Kota Malang pasti ada. Kalau dari yang saya perhatiin selama ini sih, penjual soto kambing hanya ada di daerah-daerah tertentu aja. Kayak di daerah Sengkaling, ama arah mau ke Batu. 

Menurut salah seorang penjual soto kambing yang pernah saya ajak ngobrol, awalnya soto kambing ini hanya disajikan untuk acara-acara seperti slametan atau syukuran di beberapa daerah di Malang. Khususnya desa-desa yang ada di lereng Gunung Arjuno. Sampai akhirnya ada yang mulai mencoba jualan soto kambing secara keliling. Kayaknya sih sambutannya cukup baik, makanya makin banyak yang akhirnya mencoba peruntungan dengan jualan soto kambing ini. Apalagi udara Kota Malang yang dingin emang cocok banget ama makanan-makanan hangat berkuah kayak soto kambing gini.


Kalau ke Malang, cobain makan soto kambing deh. Harganya cukup terjangkau kok. Semangkuk soto kambing plus nasi atau lontong harganya Rp 10.000. Untuk tambahan jeroan harganya Rp 3.000/potong. Harga minumannya rata-rata Rp 3.000 segelas. Murah meriah mengenyangkan dan menghangatkan. Gak percaya? Cobain aja sendiri...

You Might Also Like

0 komentar