Tugu Bersejarah yang Jadi Icon Kota Jogja

Sunday, May 08, 2016

sumber: commons.wikimedia.org

Kota Yogyakarta merupakan kota yang istimewa. Saking istimewanya, sampai-sampai Rangga dan Cinta memilih CLBK di kota ini. #eaaaa.... Di kota ini, ada banyak sekali tempat wisata untuk mengisi waktu libur di akhir pekan. Mulai dari Malioboro yang merupakan surga belanjanya wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, Candi Ratu Boko yang jadi lokasi syuting film AADC2, tempat Cinta dan Rangga ngomongin tentang Pemilu, sampai wisata kulinernya yang begitu menggoda. 
Tak hanya itu, Kota Yogyakarta juga memiliki icon seperti Monas (Monumen Nasional) yang merupakan icon Kota Jakarta. Icon tersebut adalah Tugu Jogja. Tugu ini mempunyai makna sejarah di dalamnya.

sumber: kanaljogja.com

Tugu Jogja didirikan oleh Hamengku Buwono I pada tahun 1755 yang bila dihitung usianya hampir sudah 3 abad. Tugu Jogja berada di di tengah-tengah perempatan jalan yaitu Jalan Jendral Soedirman, Jalan Diponegoro, Jalan A.M Sangaji, dan Jalan Pangeran Mangkubumi. Karena keberadaannya yang strategis di antara jalan yang sering dilewati oleh penduduk, maka untuk menuju Tugu Jogja sangatlah mudah. Banyak angkutan yang melewati jalan-jalan itu sampai tiba di depan tugu. Selain itu, di sekitar tugu terdapat pos polisi, pertokoan, warung gudeg dan becak-becak yang mangkal untuk siap mengantarkan kamu ke tempat tujuan.

Rangga dan Cinta naik becak keliling Jogja... #eaaaaa

Bangunan tugu ini didirikan sebagai wujud dari kekuatan semangat rakyat Yogyakarta yang pada saat itu ingin menyatukan kekuatan untuk melawan para penjajah Belanda yang sedang berkuasa. Bentuk semangat itu disebut Manunggaling Kawula Gusti.
Semangat persatuan tergambar jelas di dalam bangunannya. Terdapat di tiang yang berbentuk gilig (silinder) dan puncak dari tugu ini berbentuk golong (bulat), sehingga jika digabungkan menjadi Tugu Golong-Gilig yang berarti Tugu Semangat Persatuan. Ketinggian tugu ini mencapai 25 meter.
Namun, semua makna tersebut terkikis begitu saja akibat runtuhnya Tugu Jogja yang dihancurkan oleh gempa yang mengguncang Kota Yogyakarta. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 10 bulan Juni tahun 1867.
Pada tahun 1889, bangunan ini direnovasi oleh Pemerintah Belanda yang pada saat itu menguasai Kota Yogyakarta. Bentuk tugu pun berbeda dari aslinya. Kini tiang tugu berbentuk persegi dan puncak tugu berbentuk kerucut runcing. Ketinggian tugu ini pun lebih rendah dari aslinya yaitu sekitar 10 sampai 15 meter. 

 sumber: kaskus.co.id

Dan pada saat itu, tugu ini bernama Tugu Pal Putih atau De Witt Paal. Bangunan yang direnovasi dengan bentuk yang berbeda tersebut sengaja dibuat hanya untuk menghancurkan semangat persatuan rakyat Yogyakarta dengan raja yang berkuasa. Namun, hal itu tidak pernah terjadi. Perjuangan rakyat Yogyakarta yang gigihlah yang berhasil menghancurkan niat buruk dari pemerintah Belanda. 

***
Di sekitar tugu disediakan bangku-bangku yang bisa kita jadikan sebagai tempat mengobrol, bersantai bersama teman dan juga keluarga. Tak lupa untuk mengabadikan momen bersama di Tugu Jogja yang penuh sejarah ini. 
Kamu juga bisa berjalan kaki tak jauh dari tugu terdapat taman yang disediakan untuk menikmati keindahan Yogyakarta dengan iconnya tersebut. Jika kamu datang pada malam hari, kamu akan melihat keindahan tugu dengan diselimuti oleh terangnya cahaya lampu-lampu yang berwarna-warni di sekitar tugu maupun di tugu itu sendiri.
sumber: jogjangangeni.com

Di sepanjang jalan menuju Tugu Jogja banyak pertokoan yang menyediakan oleh-oleh khas Yogyakarta yang bisa kamu pilih dan beli sesuai dengan keinginan. Oleh-oleh tersebut bisa berupa baju dengan lukisan batiknya, anyaman tas buatan tangan, gantungan kunci, kaos dagadu, gerabah kasongan dan masih banyak lagi. Bukan hanya barang-barang saja, banyak makanan khas Yogyakarta, seperti gudeg, bakpia, yangko, geplak, gudeg kering yang bisa bertahan sampai 3 hari lamanya, coklat monggo dan masih banyak makanan khas Yogyakarta yang bisa kita cicipi dan bawa pulang sebagai oleh-oleh.
Waktu yang paling tepat untuk menikmati tugu dan sekelilingnya seperti bersantai di taman adalah pada jam 5 sampai 6 pagi. Udara yang ada di sekitar tugu sangatlah sejuk. Kamu juga bisa olah raga ringan seperti jogging atau jalan santai di kawasan ini. Pastinya biar tubuh tetap bugar walau sedang liburan, iya kan?
Setelah melihat-lihat prasasti yang ada pada tiang tugu ini dan juga berfoto bersama orang tercinta, kamu bisa mengunjungi tempat wisata lain yang ada di Yogyakarta. Kamu bisa mengunjungi Malioboro untuk belanja oleh-oleh. Di sini pilihannya lebih beragam. Belanja di sini bisa bikin kalap looh.. Soalnya barang-barang yang dipajang emang menggoda banget.

Di dekat Malioboro terdapat hotel-hotel yang bisa kamu pesan untuk tempat menginap selama berlibur di Kota Yogyakarta, salah satunya adalah Panca Dewi Guesthouse. Hotel ini merupakan hotel yang harganya dijamin sangat terjangkau, tapi fasilitasnya cukup memuaskan. Selain letaknya yang sangat strategis yaitu berada di Jalan Malioboro yang merupakan surga belanjanya Yogyakarta, dekat dengan Bandara Adi Sutjipto yang jika berjalan dari hotel hanya berjarak sekitar 7,28 km, dekat dengan Pasar Bringharjo yang hanya berjarak 0,71 km dari hotel dan tempat wisata lain yaitu Museum Benteng Vredeburg yang berjarak hanya 0,88 km dari hotel. Jumlah kamar yang disediakan terdapat 7 kamar yang bisa Anda pilih salah satunya. Harga satu kamarnya adalah Rp. 350.000 per malamnya. Hotel ini bisa menjadi referensi buat kamu yang mencari hotel murah namun dengan fasilitas yang memadai.
sumber: jogjabagus.com

Lengkap sudah liburan di Kota Yogyakarta dengan berbagai tempat yang sangat strategis dan harga yang terjangkau. Untuk menemukan hotel lainnya, kamu bisa klik di sini.

So, selamat berlibur dan mengunjungi icon Kota Yogyakarta yang letaknya sangat strategis ini. Have Fun!

You Might Also Like

25 komentar

  1. Cinta jangan nampar Rangga lagi yaa...kasian :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... nggak nampar lagi kok... Cuma pengen ngelap lipstick aja. Upps!

      Delete
  2. Oooo ini AADC versi rangga cinta naik becak ya...coo cuitt....btw jadi pengen liburan ke jogja, penginapan juga ternyata gak mahal2 amat ya dipusat kota padahal kan tu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha.... ini spoiler buat AADC13, Sad...
      Iya ya.. jadi kangen Jogja

      Delete
  3. Kapan lagi ya bisa ke Yogyakarta?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau nunggu berapa purnama lagi bang? Hehehe... #masihter-AADC

      Delete
  4. Saya jdi pengen nonton edisi rangga dan cinta naek becak..hahhahaha
    jadi rindu suasana jogja deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha... tunggu filmnya AADC13 ya mbak Sarah :D

      Delete
  5. Aku lebih suka Rangga Dan Cinta yg nail becak keliling jogya, real gitu lho .... Cintanya. Sukaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aiiiisshh.... Makasih mbak Zulfa :) Kapan kita poto bareng? :D

      Delete
  6. Aku lho bolak-balik ke Yogya belum kesampaian foto di Tugu Yogya, yok opo ngono iku? :D

    ReplyDelete
  7. Aku pernah ketemu rangga cinta yg lagi naik becak ituu... Salam yaaa buat lala... Ayuk ke jogja lagiiii....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuuuuuk ketemuan lagiii.... :D

      Delete
    2. Hayuuuuuk ketemuan lagiii.... :D

      Delete
  8. Penginapan disana terjangkau juga ya, bolehlah nanti maen kesana ^-^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Eka... harga terjangkau dan banyak pilihan :)

      Delete
    2. Iya Eka... harga terjangkau dan banyak pilihan :)

      Delete
  9. jadi kangen Jogja mbak, kangen wedang ronde di malioboro sama sambel belut di SS nya hehe...

    ReplyDelete
  10. Ter-AADC. Jadi kangen Yogya lagi mbak. Menarik mbak ulasannya.

    ReplyDelete
  11. eaaa rangga sama cintanya naik becak hehehe..terakhir jalan ke jogja mau foto di tugu g jadi,hujann hehe

    ReplyDelete
  12. Semoga lebaran bisa pulang kampung ke sana.

    ReplyDelete
  13. jogja itu... emang ngangenin.. tapi aku suka susah makan di sana kak :(

    ReplyDelete
  14. Udah beberapa kali melintas depan tugu Jogja tapi belum pernah foto bareng :D

    ReplyDelete