Cafe Togamas Petra Tempat Lahirnya Ide-Ide Love Journey

Thursday, March 26, 2015

love journey, togamas, lalu abdul fatah

Panasnya udara di Surabaya dan kondisi jalanan yang macet, membuatku ingin segera sampai di tempat tujuan. Lama tidak menghirup udara kota ini membuatku sedikit terkaget-kaget dengan panasnya yang menurutku semakin menyengat saja. Belum lagi kondisi jalanannya, macet dimana-mana! Rasanya tidak berlebihan kalau kukatakan, macetnya Surabaya kini bisa disejajarkan dengan kota paling macet di Indonesia, Jakarta.

Kalau dulu biasanya macet hanya di jam-jam tertentu dan di kawasan tertentu saja, tapi sekarang macetnya terjadi setiap saat dan terjadi hampir di semua kawasan. Populasi kendaraan bermotor di Surabaya, khususnya kendaraan pribadi, semakin meningkat. Apakah ini artinya taraf hidup warga Surabaya juga meningkat? Silakan bertanya pada rumput yang bergoyang... :D

Oke, lupakan urusan macetnya Surabaya. Sore ini aku ada janji bertemu dengan seseorang. Tepatnya, Seseorang yang sangat istimewa.

***

Pukul 4.03 pm, aku dan suami sampai di toko buku Togamas Petra yang ada di jalan Pucang Anom, Surabaya. Lewat 3 menit dari waktu yang kami sepakati. Bergegas kami memarkir sepeda motor dan langsung menju café yang ada di salah satu sudut toko buku ini.

Celingukan aku mencari sesosok makhluk bertubuh jangkung dan berambut keriting di antara pengunjung café sore itu. Nihil.

Aku sudah di Togamas

Sebaris pesan SMS kukirimkan padanya.

Oke, Mbak. Saya mau berangkat nih dari arah kampus B

Balasan darinya masuk beberapa detik kemudian.

Setelah memesan minuman, aku dan suami langsung menuju ke satu-satunya bangku yang tersisa di halaman belakang. Aku tersenyum. Karena di bangku ini jugalah pertama kali aku bertemu dengan si teman, dua tahun yang lalu.

Ice vanilla latte pesananku dan sebotol air mineral dingin pesanan suami datang tak lama kemudian. Hehehe, dua tahun yang lalu, aku juga memesan minuman yang sama. Sepertinya aku tidak salah pesan, ice vanilla latte memang cocok dinikmati di tengah panasnya udara Surabaya. Sambil menunggu si teman datang, aku dan suami berbincang santai sambil menikmati minuman kami masing-masing.

love journey, vanilla latte
ice vanilla latte tahun 2011

love journey
 ice vanilla latte tahun 2013

Aku suka suasana café ini. Terutama bangku yang kami duduki saat ini. Suasananya teduh karena ada pohon besar yang menaunginya. Suara gemericik dari air mancur buatan yang ada di belakang kami menambah kesan adem tempat ini.

Tak sampai lima belas menit kemudian, si teman yang kami tunggu pun datang. Senyum khasnya semakin lebar tersungging kala melihat keberadaan kami.

Dialah si teman yang aku maksud, Lalu Abdul Fatah. Pemuda asli Lombok yang aku kenal dari sebuah situs jejaring sosial bernama multiply.com. Sayang situs itu kini sudah musnah dari peredaran. Dari sekedar saling sapa dan berbalas komentar di multiply.com akhirnya kami menjadi akrab.

Sampai akhirnya ketika aku mudik lebaran di tahun 2011. Momen mudik lebaran itu kumanfaatkan sebagai ajang silaturahmi untuk bertemu langsung dengannya. Kopdar alias kopi darat istilahnya.

Siapa sangka kalau pertemuan pertama kami yang terbilang singkat itu akhirnya melahirkan banyak ide-ide baru yang segar. Salah satunya adalah ide untuk mengadakan lomba menulis dengan tema Love Journey di multiply.com. Ya, dari obrolan santai di bawah pohon besar di café Togamas Petra itulah lahir sebuah ide tentang Love Journey.

Obrolan kami di café Togamas memang berakhir beberapa jam kemudian, tapi ide tentang Love Journey itu terus kami kembangkan. Meski obrolan selanjutnya hanya terjalin lewat surel, inbok facebook, maupun SMS. Thanks to teknologi yang sudah sangat membantu kami. Dari obrolan-obrolan di dunia maya itulah akhrirnya tercetus ide untuk membukukan tulisan-tulisan terbaik dalam lomba Love Journey yang kami selenggarakan.

Dan akhirnya, lahirlah hasil project duet pertama kami, sebuah buku yang kami beri judul Love Journey, Ada Cinta di Tiap Perjalanan. Sebuah project yang penuh pembelajaran bagi kami berdua, yang mana masih sangat awam dalam urusan penerbitan buku. Mulai dari memilih dan memilah naskah, proses editing, layouting, sampai mendesain kover buku, semua kami kerjakan berdua.

love journey
 Love Journey 1 Ada Cinta di Tiap Perjalanan

Hingga rasanya, kami perlu mengadakan perayaan atas lahirnya project duet pertama ini. Perayaan itu kami wujudkan dalam acara launching di dua kota, Malang dan Batam. Selebrasi sederhana ini ternyata jadi ajang berkumpulnya para kontributor Love Journey yang semuanya adalah para MPers (sebutan untuk user multiply.com). Bahkan salah seorang kontributor yang tinggal di Prancis, yaitu Mbak Helene, menyempatkan untuk hadir di Malang. Sungguh ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami, bisa bersilaturahmi langsung dengan teman-teman yang selama ini hanya kami kenal di dunia maya.

***

Dan sore itu, di tempat yang sama, kembali kami berbincang hangat tentang apa saja. Meski tentu saja, obrolan seputar dunia traveling dan buku lah yang mendominasi. Dua hal yang selalu saja bisa membuat kami betah mengobrol berlama-lama, tidak hanya di dunia maya, tapi juga di dunia nyata.
Pertemuan sore itu pun melahirkan banyak ide-ide segar nan menarik yang membuat kami tak sabar untuk segera mewujudkannya. Salah satunya adalah tentang project duet kami selanjutnya, Love Journey 2 Mengeja Seribu Wajah Indonesia.

love journey
 Love Journey 2 Mengeja Seribu Wajah Indonesia. Photo by : Fatah

***

Mengenang dua perjumpaan kami di sebuah tempat yang sama dan kemudian melahirkan dua buku serial Love Journey membuatku tiba-tiba teringat akan project ketiga kami, Love Journey 3 Would You be My Travelmate yang saat ini sedang dalam proses editing. Prosesnya agak sedikit tersendat karena kesibukan kami.

Hmmm... sepertinya memang harus ada pertemuan ketiga nih. Mungkin di cafe lainnya, karena menurut info terbaru yang aku dapat dari Fatah, cafe Togamas Petra udah gak ada.

You Might Also Like

22 komentar

  1. Waah gak sabar nunggu buku ke-3. Fataaah, masih agak kribo ya hahaha. Dan srluppp, esnya nampak nikmat sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ditunggu dan didoakan ya, Yan.. Moga LJ3 bisa segera terselesaikan :)
      Iya, es vanilla latte-nya enak banget.. (y)

      Delete
  2. Halo Fataaaaah...Apa kabar? huhuhu sibuk ya sampe lama ga kliatan :(

    Ice Vanilla Lattenya seger bener. Membangkitkan selera minum nih :))

    Coming soon yaaaa LJ#3 :D Ditunggggguuuuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai juga, mbak Rien... *sok mewakili Fatah :D
      Hihihi.. ini salah satu kontributor yang udah gak sabar nunggu kelahiran si LJ3 :)

      Delete
  3. kalau ada Love Journey Lagi, ajakin ya.... Ngarep.com. Ice Vanilla lattenya cocok buat nemenim nulis biar cooll, di India mulai musim panas sepanas Suroboyo :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doain ya, mbak.. Biar kami terus diberkahi ide-ide untuk melanjutkan serial Love Journey :)
      Di Batam juga musim panas nih, bener-bener musim yang cocok untuk menikmati segelas ice vanilla latte sepertinya.. hmmm...

      Delete
  4. Segernya, panas2 minum vanilla latte. Aku udah lama gak ngiter2 Surabaya, Mbak. Paling cuma sampai bandara aja. Langsung ke luar ke arah timur. Kalau udlu di tempat tinggalku, Keputih bebas macet. Entahlah sekarang. Semoga mass transport-nya segera jadi. ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang macetnya udah dimana-mana, mbak.. Jalan raya deket rumah saya yang arah ke bandara aja dulu sepiii, pas pulang kemaren lewat situ selalu macet :(
      Dari rumah saya di Waru ke rumah suami di Kebraon, jaman dulu waktu masih kuliah cuma sekitar 15-20 menit, kemaren hampir sejam. Macet parah mulai dari Sepanjang sampe jalan Karangpilang...

      Delete
  5. mba Dian, aku gak sabar nunggu LJ 3 *uhuk* kalau ada LJ 4, zahra pengen ikut :)
    btw aku udah lama gak ketemu mas fatah, masih keritingkah? :D

    aku juga suka latte-lattean (kaya cabe cabean aja :p) dan vanilla latte salah satu favoritku juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaaaaaaa.. aku tauuu banget kenapa Zahra gak sabar nunggu LJ3 terbit. uhuk! *latahikutanbatuk....
      Aku juga udah lama nih gak ketemu Fatah, terakhir ya di cafe Togamas itu tahun 2013 :D
      Eh iya, tadi aku juga langsung ngeh-nya ke cabe-cabean lohh.. hahahaha..

      Delete
  6. Inilah orang-orang keren di balik terbitnya buku 'Love Journey', hahaa.....
    Semoga sukses untuk buku selanjutnya ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Makasih mbak Eky... Masih berjuang nih menyelesaikan LJ3. Kontributornya udah pada gak sabar :)

      Delete
  7. wahh ternyata ini behind the scene buku keren love journey yang aku sukaa...gara-gara kopi latte ide langsung cling ya say :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah mbak Dedew udah baca Love Journey ya? Makasih ya mbak... Selalu excited kalo Love Journey bisa dibaca dan disukai ama penulis-penulis keren, salah satunya mbak Dedew ini :)

      Delete
  8. Aiih...jadi ikut ngiler lihat iCe Vanila Latte. Saya jarang banget minum latte. Waaah ini ya tempat melahirkan ide buku LJ tercinta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh, kok pas kebetulan dua buku LJ idenya lahir di cafe ini... Nyadarnya pas lagi bongkar-bongkar file lama.. :)

      Delete
  9. Salut buat kalian bis amenelurkan buku2 kece, daku angkattangan saat ditawari bikin buku. Kayaknya blm sanggup aka MALES hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah merendah niiih.. Padahal cerita-ceritanya di blog itu udah jauh lebih layak dibukukan loooh :) Malesnya buang jauh-jauh, mas :)

      Delete
  10. di jogja lagi panas, nge klik vanilla latte plus gambarnya ikutan adem niii....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo sini, mbak.. kita ngobrol-ngobrol cantik sambil minum vanilla latte.. Batam lagi mendung niih..

      Delete
  11. Sayang nggak bisa ikutan LJ3 *mendadak teringat hutang buku traveling yg satu itu :D*
    Di Toga Mas Malang sempat juga ada cafenya tpi sepi peminat sehingga sekarang udah tutup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buku traveling yang 'itu' yaaa...?! Aku juga jadi keinget PR LJ3, Wan.. masih jalan di tempat niih... Kata Fatah, cafe Toga Mas Petra ini sekarang juga udah tutup, padahal dulu rame loh pengunjungnya....

      Delete