Bintan Trip | 1. Perjalanan Melintasi Selat Riau

Monday, June 23, 2014


Udah lama pengen ke Bintan bawa kendaraan pribadi. Tahun 2011 yang lalu kami gagal menyeberang gara-gara sepeda motor kami termasuk yang mendapat fasilitas FTZ. Ceritanya ada di sini.. [KLIK]
Nah, mumpung bulan ini banyak hari kejepitnya, jadi kami memutuskan untuk memanfaatkannya dengan liburan ke Bintan. Ya, kami masih penasaran pengen nyeberang ke Bintan dengan kendaraan pribadi. 

Hari Selasa 27 Mei 2014 pagi-pagi sekali kami sudah berangkat dari rumah. Harapan kami untuk berangkat dengan kapal pertama yang berangkat jam 8 pagi jelas sudah tidak mungkin. Jadi harapan kami adalah penyeberangan kedua jam 10 pagi.

Kalau dulu jadwal penyeberangan dari Batam ke Bintan hanya 3 kali dalam sehari, sekarang sudah nambah jadi 6 kali sehari, yaitu jam 8, jam 10, jam 12, jam 14, jam 16, dan terakhir jam 17.30. 

Sampai di Pelabuhan Telaga Punggur Batam, suami langsung mengurus surat jalan. Prosesnya cepat dan gak ribet. Syaratnya cuma nunjukin fotocopy SIM pengemudi, fotocopy STNK dan fotocopy BPKB kendaraan.Surat jalan ini berlaku selama 3 bulan. Jadi selama 3 bulan, kalau mau nyeberang ke Bintan lagi, kita gak perlu lagi ngurus surat jalan..

tiket dan surat jalan
Setelah surat jalan beres, suami langsung beli tiket. Harga tiketnya untuk kendaraan golongan IV seperti milik kami adalah Rp 210 ribu. Sudah termasuk tiket untuk pengemudi. Sementara untuk penumpang harga tiketnya Rp 19 ribu per orang. Anak-anak gratis. 

Tiket sudah di tangan. Gak pake nunggu lama, 10 menit kemudian mobil kami dipersilakan naik ke atas kapal. Yeeaaa.. waktunya berlayar..! Lama perjalanan kapal roro ini adalah sekitar 1,5 jam. 

Kami naik ke dek penumpang. Di dek penumpang KMP Barau ini di bagian depan terdapat deretan tempat duduk, sementara di belakangnya ada bagian yang bisa dipakai untuk tempat tidur. Bentuknya seperti tempat tidur susun, tapi yang ini tanpa kasur. Jadi bagian bawahnya kosong gitu.. Si Lala dan beberapa anak kecil yang ada di kapal memanfaatkan ruang kosong ini untuk tempat bemain.

suasana di dalam kapal
tempat bermain anak-anak ",)

Dan seperti kapal roro pada umumnya, di atas KMP Barau ini juga terdapat cafetaria yang menjual makanan dan minuman ringan. Lagu-lagu dari Armada band yang diputar pada vcd menemani kami sepanjang perjalanan.

Satu setengah jam kemudian kami sampai di Pelabuhan Tanjung Uban, Pulau Bintan. Rupanya langit mendung masih setia menyertai perjalanan kami sampai ke sini. Ini pertama kalinya aku memasuki Bintan melalui Tanjung Uban. 

Welcome to Bintan!
Karena ini merupakan perjalanan pertama kami melewati Tanjung Uban, jadi kami sempat agak bingung juga. Apalagi begitu keluar dari pelabuhan tidak ada penunjuk arah. Kami hanya mengikuti jalan beraspal keluar dari pelabuhan, melewati pasar, dan sampailah kami di pangkalan TNI. Hahaha.. rupanya kami salah jalan…!

Kami berbalik arah, rupanya setelah keluar dari pelabuhan ada belokan ke kanan persis di sebelah kantor polisi yang sepertinya tadi luput dari perhatian kami. Sampai di sini kami masih belum menemukan papan penunjuk arah. Kami hanya berbekal sebuah peta yang aku download dari website De Bintan Villa, tempat kami akan menginap kali ini. 

Cara terbaik adalah bertanya pada penduduk lokal. Alhamdulillah, jalan yang kami pilih sudah benar. Selanjutnya kami hanya tinggal mengikuti saja arahan dari ibu yang kami tanyai tadi. 

on the road
Kami melewati Jembatan Busung. Ketika kami ke sini tahun 2011 yang lalu, jembatan ini belum selesai dibangun. Jembatan ini merupakan jalan pintas untuk menuju Tanjungpinang. Dengan adanya Jembatan Busung, perjalanan dari Tanjung Uban ke Tanjungpinang bisa lebih cepat. Yang sebelumnya memerlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan, kini hanya perlu waktu sekitar 1 jam. 

Jalur yang kami lewati masih terbilang sepi. Hanya satu dua kendaraan saja yang sempat berpapasan dengan kami. Rasanya seperti berjalan in the middle of nowhere. Di sepanjang jalan yang kami lewati, banyak terdapat danau kecil yang terbentuk dari bekas galian pasir.

Setelah melewati tiga jembatan, akhirnya kami sampai di De Bintan Villa. Lebih cepat dari perkiraan kami sebelumnya. 

You Might Also Like

2 komentar

  1. Mbak..jgn lm2 ya bersambungnya hehehe...ku tunggu crita & foto2 slnjutnya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. ini aja molor banget mbak nulisnya, padahal perginya udah sebulan yang lalu :D

      Delete