Lombok Trip | 4. Kuta yang Lain Lagi

Saturday, November 30, 2013



Day 4 – 29 Juni 2010 
 
Rasanya masih belum puas menghabiskan waktu 2 hari di pulau ini, tetapi perjalanan ini harus dilanjutkan. Karena kami masih ingin mengunjungi pantai-pantai cantik yang ada di bagian selatan pulau Lombok. Pagi-pagi sekali kami sudah nongkrong di pelabuhan bersama penduduk Gili Meno yang akan menyebrang ke Bangsal. Kami memang memilih naik public boat yang tarifnya tentu lebih murah. Cuman 9000 rupiah per orang. Dan karena masih pagi jadi ombak juga belum tinggi, sehingga kami gak perlu basah kuyup seperti waktu berangkat kemarin.

Tujuan kami selanjutnya adalah pantai Kuta di bagian selatan pulau Lombok. Untuk menuju kesana kami harus berkali-kali ganti angkot. Dari Pemenang ke Bertais, dari Bertais ke Praya, dari Praya ke Sengkol, kemudian baru dari Sengkol ke Kuta. Kalau mau cepet sih bisa naik taxi atau carter mobil, tapi tentu saja kami gak akan memilih cara itu. Mahal. Jadi ya dinikmati aja perjalanan panjangnya.

Sampai di Sengkol sambil menunggu angkot penuh kami sempatkan untuk mengisi perut di sebuah warung di depan terminal. Nasi bungkus dengan lauk suwiran ayam, ati ampela  dan sambel itu rasanya benar-benar nikmat. Sungguh, aku selalu menikmati saat-saat seperti ini dalam setiap perjalananku. Makan di warung pinggir jalan, sambil mendengarkan obrolan para supir angkot dan tukang ojek tentang berbagai hal yang terjadi di Tanah Air. Mulai dari harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi sampai gosip tentang Ariel dan Luna Maya semua dibahas. Selalu ada cerita yang menemani segelas kopi di warung-warung pinggir jalan. Dan aku selalu menganggapnya sebagai bumbu pelengkap perjalanan. Seperti siang itu.

2 bungkus nasi, 2 bungkus krupuk dan 2 gelas air mineral semuanya 8000 rupiah. Alhamdulillah, makan kenyang berdua cuman 8000 rupiah. Murah, meriah dan mengenyangkan. Di Batam jangan harap deh bisa nemuin yang kayak gini….

Setelah 4 jam berganti-ganti angkutan akhirnya kami sampai juga di Kuta. Pas ditanya ama supir angkotnya, di Kuta mau turun dimana? Aku style PD langsung bilang “Segare Anak”. Kenapa…?! Ya dari hasil browsing di internet aja. Banyak yang merekomendasikan penginapan ini. Harganya 100 ribu semalam sudah termasuk sarapan untuk 2 orang. Lokasinya juga cukup strategis. Hanya berjarak sekitar 100 meter dari pantai. Dan Alhamdulillah… pilihan kali ini juga gak salah

Ini Kuta Yang Lain Lagi

Kalau menyebut kata Kuta, pikiran kita pasti langsung tertuju pada pulau Bali. Kuta dan Bali seolah sudah menjadi kesatuan yang tak terpisahkan. Pesonanya bahkan sudah terkenal sampai ke manca negara. Tapi jangan salah, pantai Kuta yang ada di pulau Lombok juga tak kalah cantiknya dengan pantai Kuta yang ada di pulau Bali. Hamparan samudera Indonesia dengan ombaknya yang menarik minat para penggiat olahraga surfing. Juga pasirnya yang menyerupai butiran merica menjadi daya tarik tersendiri bagi Kuta Lombok.


Kuta Lombok
Semua pasti akan terasa sempurna kalau saja para pedagang disana tidak memaksakan dagangannya kepada para wisatawan. Kami berdua baru saja menjejakkan kaki di pantai Kuta, ketika puluhan pedagang langsung mengerubuti kami menawarkan dagangan, beberapa malah terkesan memaksa. Kami yang memang hanya berniat berjalan-jalan menikmati keindahan pantai Kuta tentu saja merasa risih dan terganggu karena para pedagang itu terus saja mengikuti kami walaupun kami telah menolak secara halus. Karena kami tetap tak mempedulikan mereka, akhirnya mereka pun pergi sambil mengomel dan mengatai kami pelit.

Melihat ada wisatawan lain yang datang, kembali mereka mengerubuti sambil menawarkan dagangan dengan sedikit memaksa. Begitu seterusnya tiap ada wisatawan yang datang. Sehingga tak sedikit kami jumpai wisatawan yang akhirnya pergi dari sana dengan tampang masam. Sayang sekali keindahan pantai itu dirusak oleh para pedagang yang ada disana. Kalau hanya sekedar menawarkan dagangan mungkin masih biasa, tapi kalau sudah memaksa, mengikuti, menarik-narik baju bahkan sampai marah kalau dagangannya tak dibeli tentu akan membuat kesal siapa saja yang berkunjung kesana.

Kami terus saja berjalan ke arah timur, ternyata susah juga berjalan di pantai ini. Butiran-butiran pasirnya yang seperti merica seolah membenamkan setiap langkah kami. Ternyata susah juga jalan di atas pasir merica ini yaa… Semakin ke timur semakin sepi dari pengunjung. Di sepanjang jalan yang kami lalui kami tak berpapasan dengan orang lain, sampai akhirnya kami sampai di sebuah bukit. Kami mendaki sampai ke puncaknya dan menikmati pemandangan dari atas sana. Subhanallah..., indah sekali. Laut dan langit seolah bersaing untuk menunjukkan warna biru terbaik mereka. Setelah puas menikmati keindahan disana, kami melanjutkan perjalanan sampai ke pantai Seger. Kalau mau diterusin sampai ke timur, akan banyak sekali pantai-pantai cantik yang akan kami temui, tapi kami memilih kembali ke penginapan.

Gak kerasa…, sudah 3 jam kami berjalan kaki. Pantes kok rasanya laper banget yaaa… Untung di depan penginapan banyak warung makan. Mampir dulu deh di rumah makan Hidayah. Kami milih duduk di belakang warung, biar bisa makan sambil ngeliat laut… Such a romantic early dinner, yess…. 

Rincian biaya hari keempat :
·         Sarapan di Warung Tia = Rp 39.000
·         Public boat dari Gili Meno ke Bangsal = Rp 18.000
·         Cidomo dari Bangsal ke Pemenang = Rp 10.000
·         Angkot dari Pemenang ke Bertais = Rp 30.000
·         Angkot dari Bertais ke Praya = Rp 20.000
·         Angkot dari Praya ke Sengkol = Rp 15.000
·         Makan siang di terminal Sengkol = Rp 8.000
·         Angkot dari Sengkol ke Kuta = Rp 30.000
·         Makan malam di RM. Hidayah Kuta = Rp 48.000
·         Air mineral = Rp 10.000

Total  : Rp 228.000
·         semua rincian biaya yang tercantum adalah untuk 2 orang

You Might Also Like

2 komentar

  1. Kuta di Pulau Lombok juga tidak kalah menariknya dengan yang ada di Pulau Bali, pantai yang masih terbilang alami dan belum banyak terkena polusi, membuat nuansa hati yang mengunjunginya terasa lebih mengasyikan.

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mas Indra, saya pribadi justru ngerasa lebih nyaman di Kuta Lombok daripada di Kuta Bali. lebih sepi, lebih nyaman... :)

      Delete